Kanal

Mia Larsen Sveberg Seimbangkan Karier Curling dan Musik di Paralimpiade

Penulis: Hanif Rusli
11 Mar 2026, 03:22 WIB

Bagi Mia Larsen Sveberg, tampil di arena olahraga maupun di panggung musik memberikan pengalaman yang serupa, terutama dalam hal berinteraksi dengan penonton. (Foto: AP)

Atlet kursi roda asal Norwegia Mia Larsen Sveberg menjalani peran ganda sebagai atlet dan musisi saat tampil di ajang Paralimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026.

Selain berkompetisi dalam cabang curling kursi roda, ia juga dikenal sebagai penyanyi, penulis lagu, dan pemain piano.

Bagi Sveberg, tampil di arena olahraga maupun di panggung musik memberikan pengalaman yang serupa, terutama dalam hal berinteraksi dengan penonton.

“Saya suka penonton. Saya suka berbagi dengan orang-orang dan melihat mereka datang untuk menyaksikan. Perasaan itu sama baik di olahraga maupun musik,” kata Sveberg.

Atlet berusia 27 tahun tersebut mulai menekuni curling kursi roda pada 2020. Tidak lama setelah itu, ia melakukan debut Paralimpiade pada Paralimpiade Musim Dingin Beijing 2022.

Saat itu ia menjadi atlet termuda di turnamen curling kursi roda dan sempat tampil dalam dua pertandingan meskipun awalnya berstatus pemain cadangan.

Pengalaman di Milano Cortina 2026 terasa berbeda baginya, terutama karena kehadiran penonton di arena.

Pada Paralimpiade Beijing sebelumnya, pertandingan berlangsung tanpa penonton akibat pembatasan pandemi.

“Perbedaan terbesar dibandingkan Beijing adalah sekarang ada penonton yang datang dan memberi dukungan. Meskipun mereka mungkin tidak selalu memahami permainan, mereka tetap bersorak,” ujarnya.

Sebelum menekuni olahraga, Mia Larsen Sveberg sudah terbiasa tampil di depan publik melalui dunia musik.

Ia sering tampil di festival atau konser kecil dengan membawakan lagu ciptaannya sendiri serta beberapa lagu tradisional Norwegia.

Pengalaman tersebut juga membantunya mengendalikan rasa gugup saat bertanding. Menurutnya, perasaan tegang ketika berada di atas panggung mirip dengan saat berada di arena pertandingan.

“Ketika sangat gugup, rasanya sama seperti saat tampil di konser. Tetapi saya sudah tahu bagaimana menenangkan diri ketika berada di atas panggung atau di arena,” kata Sveberg.

Selain berkarier sebagai atlet dan musisi, Mia Larsen Sveberg juga bekerja sebagai guru musik. Ia mengajar kelompok band dan paduan suara yang sebagian besar anggotanya memiliki disabilitas fisik maupun intelektual.

Menurutnya, latar belakang tersebut membuatnya mudah berinteraksi dengan para murid yang juga menggunakan kursi roda.

Dalam menjalani dua minat yang berbeda, Sveberg biasanya membagi waktunya berdasarkan musim. Ia fokus pada curling selama musim dingin, sementara kegiatan musik lebih banyak dilakukan pada musim panas.

Meski berasal dari dua dunia yang berbeda, Sveberg merasa olahraga dan musik sama-sama memberikan ruang bagi dirinya untuk mengekspresikan diri dan menikmati kebersamaan dengan orang lain.

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru