Moses Itauma Pilih George Foreman sebagai Petinju dengan Ketahanan Terbaik
Moses Itauma
Berita Tinju: Moses Itauma kembali menarik perhatian publik tinju dunia setelah menyampaikan pandangannya mengenai petinju dengan daya tahan terbaik sepanjang sejarah kelas berat. Petinju muda asal Inggris itu justru tidak memilih Muhammad Ali, nama yang selama ini identik dengan ketangguhan, melainkan menunjuk George Foreman sebagai sosok dengan dagu paling kuat di divisi heavyweight.
Dalam wawancara bersama Daily Mail Boxing, Itauma menyampaikan penilaiannya secara lugas. Menurutnya, Foreman memiliki ketahanan fisik yang luar biasa dan jarang terlihat benar benar terguncang, bahkan saat menghadapi lawan lawan elite. Pernyataan tersebut cukup mengejutkan mengingat Ali kerap dijadikan tolok ukur utama soal ketahanan dan mental baja di kelas berat.
Itauma menilai George Foreman bukan hanya dikenal karena kekuatan pukulannya, tetapi juga karena kemampuannya menyerap serangan tanpa kehilangan ketenangan. Foreman tercatat hanya satu kali kalah melalui penghentian sepanjang karier profesionalnya, sebuah catatan yang semakin menguatkan reputasinya sebagai petinju dengan daya tahan istimewa.
Selain itu, Itauma juga menyoroti bagaimana Foreman tetap tampil tangguh bahkan saat memasuki usia senja dalam dunia tinju. Ketika kecepatan dan mobilitasnya menurun, Foreman masih mampu berdiri di tengah ring dan bertukar pukulan dengan petinju papan atas tanpa mudah goyah. Bagi Itauma, hal tersebut menjadi bukti nyata ketahanan fisik yang jarang dimiliki petinju lain.
Pandangan Itauma ini turut mencerminkan kedewasaan analisisnya sebagai petinju muda yang tengah naik daun. Meski usianya masih sangat muda, Itauma dikenal memiliki pemahaman mendalam soal sejarah tinju dan karakteristik petinju legendaris. Hal itu membuat opininya mendapat perhatian dari penggemar maupun pengamat tinju.
Di sisi lain, Itauma sendiri masih berada di fase awal karier profesionalnya. Ia belum banyak menerima pukulan keras yang benar benar menguji daya tahannya. Namun, hal tersebut berpotensi berubah dalam waktu dekat. Itauma dijadwalkan menghadapi Jermaine Franklin, petinju berpengalaman yang dikenal memiliki stamina dan ketahanan tinggi.
Pertarungan melawan Franklin dipandang sebagai ujian penting bagi Moses Itauma. Laga tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk memperpanjang rekor kemenangannya, tetapi juga ajang pembuktian apakah Itauma mampu menunjukkan ketahanan seperti yang ia kagumi dari George Foreman.
Dengan kepercayaan diri, teknik matang, dan pandangan yang jelas soal standar petinju kelas berat, Itauma terus diproyeksikan sebagai salah satu bintang masa depan divisi heavyweight dunia.
Artikel Tag: Muhammad Ali, George Foreman