Ai Ogura Dinilai Punya Senjata Mirip Dani Pedrosa Untuk Kalahkan Marquez
Ai Ogura dan Marc Marquez
Berita MotoGP - Cal Crutchlow menilai Ai Ogura sebagai kandidat terkuat untuk menantang Marc Marquez dalam perebutan gelar MotoGP 2026. Menurutnya, pembalap Jepang itu memiliki keunggulan fisik yang pernah menjadi senjata Dani Pedrosa saat bersaing di kelas utama.
Marc Marquez memang masih menjadi pembalap yang paling diunggulkan Cal Crutchlow untuk memenangkan gelar MotoGP 2026. Namun, mantan pembalap MotoGP tersebut memiliki satu nama yang dianggap paling berpeluang menggagalkan ambisi sang juara dunia, yakni Ai Ogura.
Crutchlow menilai konsistensi menjadi kekuatan utama Ogura sepanjang musim ini. Pembalap Trackhouse tersebut bahkan berhasil meraih kemenangan MotoGP pertamanya di Grand Prix Belanda pada Juni lalu.
Meski sempat absen setelah mengalami cedera di Aragon, Ogura masih berada dalam persaingan papan atas. Bagi Crutchlow, ada satu faktor lain yang membuat pembalap berusia 25 tahun itu layak diperhitungkan.
Faktor tersebut adalah bobot tubuh.
Crutchlow menyebut kondisi Ogura mengingatkannya pada Dani Pedrosa. Tubuh Pedrosa yang relatif kecil membuatnya memiliki keuntungan tertentu ketika mengendarai motor MotoGP, terutama dalam menjaga kondisi ban sepanjang balapan.
"Marc masih pembalap terbaik, tetapi dia sedang kesulitan. Dia akan menjalani sisa kejuaraan dunia ini seperti sebuah balapan ketahanan dan hanya akan menyerang ketika memang diperlukan," ujar Crutchlow, dikutip dari Speedweek.
"Kalau Anda bertanya kepada saya, setelah Marc, Ai Ogura adalah favorit saya."
Crutchlow kemudian menjelaskan alasan di balik pilihannya tersebut.
"Ini sama seperti Dani Pedrosa pada masanya, yaitu soal bobot tubuhnya. Dia tidak langsung menghabiskan ban, sehingga masih memiliki cadangan performa di akhir balapan," katanya.
Namun, keunggulan tersebut juga memiliki konsekuensi. Menurut Crutchlow, Ogura tidak bisa langsung tampil maksimal sejak lap pertama dan justru cenderung semakin kuat ketika balapan berlangsung dalam kondisi panas.
"Artinya dia juga tidak bisa langsung mendorong sekuat tenaga sejak awal. Balapan dalam kondisi panas juga lebih menguntungkannya," lanjut Crutchlow.
Crutchlow bahkan tidak yakin pembalap dengan jumlah kemenangan terbanyak akan menjadi juara dunia tahun ini. Absennya sejumlah pembalap di beberapa seri membuat persaingan gelar MotoGP 2026 berlangsung tidak biasa.
Salah satu contohnya adalah Marquez. Pembalap Ducati itu telah memenangkan sembilan balapan, terdiri dari empat Grand Prix dan lima Sprint. Namun, ia masih tertinggal 19 poin dari Jorge Martin yang lebih konsisten sepanjang musim.
Artikel Tag: Marc Marquez, dani pedrosa, Cal Crutchlow, Ai Ogura