Bezzecchi Kalah Cepat dari Martin di GP Prancis
Bezzecchi Kalah Cepat dari Martin di GP Prancis - sumber: (motorsport)
Berita MotoGP kembali menghangat setelah Marco Bezzecchi mengungkapkan kurangnya kepercayaan diri pada bagian depan motor Aprilia yang dikendarainya usai kekalahan dari Jorge Martin di Grand Prix Prancis. Meski sempat memimpin balapan setelah melampaui Francesco Bagnaia yang memulai dari pole position, Bezzecchi mulai merasakan tekanan saat Martin, rekan setimnya, berhasil merangsek dari posisi ketujuh ke posisi kedua dengan sepuluh lap tersisa.
Keunggulan waktu yang awalnya hampir mencapai dua detik dengan cepat menghilang ketika Martin mencatat serangkaian lap cepat dan melewati Bezzecchi dengan mudah di Tikungan 3, dua lap sebelum balapan berakhir. Meski hasil ini menjadi momen bersejarah bagi Aprilia dengan mengunci semua posisi podium untuk pertama kalinya di MotoGP, ini juga menandai kekalahan pertama Bezzecchi dari rekan setimnya di balapan hari Minggu tahun ini.
Memulai musim dengan tiga kemenangan grand prix berturut-turut, tantangan serius kini dihadapi Bezzecchi dari Martin yang hanya berjarak satu poin darinya di klasemen. Dalam perbandingan waktu lap, Martin mencatat waktu 1:31.310 di lap 19, unggul 0.542 detik dari Bezzecchi yang mencatat 1:31.852. Selanjutnya, di lap 25, Martin memperlebar jarak dengan catatan 1:31.868, sementara Bezzecchi mencatat 1:32.710, unggul 0.842 detik.
Meski Bezzecchi tidak merasa kecewa dengan finis di posisi kedua, ia mengakui bahwa sepanjang akhir pekan dirinya tidak memiliki kecepatan yang cukup untuk bertarung memperebutkan kemenangan. "Saya tidak pernah merasa nyaman seperti yang saya inginkan dengan motor," ujarnya. Meskipun ia berhasil mengelola balapan hingga enam atau tujuh lap terakhir, masalah yang muncul membuatnya kesulitan untuk mempertahankan posisi.
Sementara itu, Martin memperlihatkan kapabilitasnya dalam perebutan gelar dengan kemenangan sprint yang impresif di Austin pada bulan Maret. Dengan start gemilang dari posisi kedelapan pada sprint hari Sabtu, prospek Martin semakin cerah, dan pada hari Minggu, ia berhasil merebut kemenangan grand prix pertamanya sebagai pembalap pabrikan Aprilia setelah musim pertama yang penuh tantangan dengan pabrikan Noale pada tahun 2025.
Bezzecchi menjelaskan bahwa Martin tampil sangat kuat selama akhir pekan di Le Mans, terutama dalam hal traksi dan kemampuan mengendarai motor. "Saya berusaha semaksimal mungkin untuk mengikuti gaya berkendara yang sama di beberapa tikungan, tetapi saya tidak bisa memaksakan seperti yang saya inginkan," tambahnya. "Rasa percaya diri pada bagian depan motor tidak sebaik di balapan sebelumnya, dan hal ini memengaruhi performa saya di lintasan."
Artikel Tag: aprilia, Jorge Martin