Bos KTM Keluhkan Gaya Balap Ugal Brad Binder Buat Kariernya Terancam
Brad Binder
Berita MotoGP: Performa Brad Binder di awal MotoGP 2026 menuai sorotan. Bos KTM, Pit Beirer bahkan menilai gaya balap agresifnya justru menjadi penghambat utama.
Performa Brad Binder bersama KTM di awal musim MotoGP 2026 menjadi perhatian serius tim. Direktur motorsport KTM, Pit Beirer, mengakui bahwa hasil yang diraih pembalap asal Afrika Selatan itu belum sesuai harapan, bahkan cenderung mengecewakan.
Binder sebenarnya memulai musim dengan cukup baik setelah finis di posisi enam pada sprint dan ketujuh di balapan utama Thailand. Namun, performanya menurun drastis di seri-seri berikutnya. Pada Grand Prix Amerika Serikat, ia hanya mampu finis di posisi ke-12, tertinggal jauh dari rekan satu pabrikan seperti Pedro Acosta dan Enea Bastianini yang tampil lebih kompetitif.
Beirer menegaskan bahwa masalah utama bukan semata pada motor RC16, melainkan pada gaya balap Binder sendiri. Ia dikenal dengan teknik pengereman ekstrem, yakni mengunci roda belakang hingga meluncur saat memasuki tikungan. Gaya ini sebelumnya menjadi keunggulan, namun kini justru dinilai tidak lagi efektif di era MotoGP modern.
“Kami juga merasa frustrasi. Kami sudah bekerja keras dari sisi mentalitas, termasuk bagaimana memulai akhir pekan balapan dengan lebih baik,” ujar Beirer.
Ia menambahkan bahwa perkembangan gaya balap di MotoGP menuntut pendekatan berbeda. Pembalap saat ini lebih memaksimalkan penggunaan ban saat pengereman, bukan sekadar mengandalkan sliding seperti yang sering dilakukan Binder.
“Dulu, gaya seperti itu menjadi tolok ukur yang luar biasa. Tapi sekarang, Anda harus memanfaatkan ban saat pengereman, bukan membiarkannya tergelincir,” jelasnya.
Perbandingan dengan Acosta semakin memperjelas situasi ini. Pembalap muda tersebut mampu meraih kemenangan sprint di Buriram dan podium di beberapa seri awal, membuktikan bahwa motor KTM masih kompetitif jika digunakan dengan pendekatan yang tepat.
KTM juga tidak menutup kemungkinan untuk melakukan penyesuaian pada motor agar lebih mudah dikendalikan. Namun, perubahan terbesar tetap diharapkan datang dari Binder sendiri. Ia diminta beradaptasi dan meninggalkan kebiasaan lama jika ingin tetap bersaing di level tertinggi.
Situasi ini semakin krusial mengingat kontrak Binder akan habis pada akhir musim 2026. Tanpa peningkatan signifikan, posisinya di grid MotoGP musim berikutnya bisa terancam.
Kini Brad Binder dihadapkan pada tantangan besar untuk membuktikan bahwa ia mampu berkembang. Jika tidak, perubahan gaya balap yang terlambat bisa berdampak langsung pada masa depannya di MotoGP.
Artikel Tag: ktm, Pit Beirer, Brad Binder, MotoGP 2026