Kanal

Cal Crutchlow Ungkap Satu Penyesalan Terbesarnya di MotoGP

Penulis: Abdi Ardiansyah
15 Agu 2026, 05:15 WIB

Cal Crutchlow

Berita MotoGP - Cal Crutchlow mengaku punya satu penyesalan dalam perjalanan panjangnya di MotoGP. Crutchlow merasa terlalu sering memaksakan diri kembali ke lintasan sebelum tubuhnya benar-benar pulih dari cedera.

Cal Crutchlow sudah melewati perjalanan panjang di MotoGP. Namun di balik tiga kemenangan yang diraihnya bersama LCR Honda, pembalap Inggris tersebut menyimpan satu hal yang kini ia sesali.

Crutchlow mengaku terlalu sering terburu-buru kembali mengendarai motor setelah mengalami cedera. Keputusan tersebut memang terasa wajar ketika masih aktif sebagai pembalap, tetapi pandangannya berubah setelah melihat kembali perjalanan kariernya.

Crutchlow mengawali kiprahnya di MotoGP 2011 setelah sebelumnya berkompetisi di World Superbike. Ia kemudian memperkuat Yamaha, Ducati, sebelum bergabung dengan LCR Honda pada 2015.

Bersama LCR, Crutchlow meraih tiga kemenangan MotoGP. Ia juga menjadi salah satu pembalap satelit yang mampu tampil konsisten di tengah dominasi tim pabrikan.

Namun, kariernya juga tidak lepas dari berbagai cedera.

Dalam wawancara dengan podcast On Track milik talkSPORT, Crutchlow mengakui bahwa memaksakan diri kembali terlalu cepat merupakan keputusan yang kini dianggapnya sebagai sebuah kesalahan.

"Kalau ada satu hal yang saya sesali dalam karier, itu adalah melakukan hal tersebut," ujar Crutchlow.

"Karena sekarang ketika melihat ke belakang, pada saat itu kita memang langsung melakukannya. Tetapi ketika saya melihat kembali beberapa hal yang saya lakukan, saya berpikir, itu bodoh."

Crutchlow kemudian memberikan gambaran mengenai kerasnya tuntutan seorang pembalap MotoGP.

Menurutnya, pembalap bisa menjalani operasi pada awal pekan akibat patah tulang, kemudian kembali mengendarai motor hanya beberapa hari kemudian.

Ia juga pernah mengalami kecelakaan di Le Mans, menghabiskan malam di rumah sakit, lalu tetap mengikuti sesi pemanasan dan balapan pada hari berikutnya.

"Saya pernah mengalami patah tulang pilon di pergelangan kaki di Australia, kemudian kembali tiga bulan setelahnya. Mereka mengatakan saya tidak akan kembali dalam waktu satu tahun," katanya.

Crutchlow menilai keputusan semacam itu pada akhirnya bisa memberikan dampak jangka panjang terhadap kondisi tubuh.

"Sekarang ketika melihatnya dari luar, saya berpikir, 'Bodoh', karena semua itu mulai mengejar kita pada akhirnya," ujarnya.

Meski demikian, Cal Crutchlow memahami alasan pembalap sering mengambil risiko tersebut.

"Ketika masih balapan penuh waktu, Anda hanya ingin kembali mengendarai motor. Itu pekerjaan Anda. Anda tidak ingin kehilangan tempat, mengecewakan sponsor atau tim," kata Crutchlow.

Artikel Tag: Cal Crutchlow, LCR Honda

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru