Kanal

Jorge Martin Tak Lagi Pegang Motto Conor McGregor Usai Alami Masa Sulit

Penulis: Abdi Ardiansyah
09 Agu 2026, 14:05 WIB

Jorge Martin

Berita MotoGP - Jorge Martin mengalami perubahan besar dalam cara memandang kariernya usai melewati musim MotoGP 2025 yang penuh cedera. Pembalap Aprilia itu kini tidak lagi terobsesi dengan hasil dan memilih menikmati setiap momen, berbeda dari prinsip yang pernah ia kagumi dari petarung UFC, Conor McGregor.

Jorge Martin berada di puncak klasemen MotoGP 2026, tetapi perjalanan menuju posisi tersebut tidak mudah.

Setahun sebelumnya, pembalap asal Spanyol itu harus melewati salah satu periode paling berat dalam kariernya. Setelah menjadi juara dunia MotoGP 2024 bersama Pramac, Martin pindah ke Aprilia pada 2025 dengan ambisi mempertahankan gelarnya.

Namun cedera berkepanjangan membuat rencana tersebut berantakan. Martin hanya mampu tampil dalam tujuh Grand Prix dan akhirnya finis di posisi ke-21 klasemen.

Cedera yang dialaminya juga bukan masalah ringan. Martin mengalami patah tulang tangan kanan, kaki kiri, tangan kiri, tulang selangka kanan, serta 11 tulang rusuk. Ia bahkan sempat mengalami hemopneumotoraks yang mengancam nyawa.

Meski demikian, Martin menyebut titik terberat justru datang setelah musim berakhir ketika dirinya kembali membutuhkan operasi.

"Cedera dan rasa sakit fisik adalah hal yang paling buruk. Namun, semua yang terjadi kepada saya membantu saya tumbuh dan memperbaiki diri," ujar Martin kepada Gazzetta dello Sport.

"Mungkin momen tergelap adalah tahun lalu di Valencia. Setelah menjalani musim penuh masalah, saya menyadari harus menjalani dua operasi lagi, pada tangan dan tulang selangka."

Martin mengaku saat itu hanya ingin menjalani musim dingin dengan persiapan yang baik. Namun, ia justru harus menghabiskan waktu di rumah dan bahkan kesulitan melakukan aktivitas sederhana seorang diri.

Pengalaman tersebut kemudian mengubah cara pandangnya terhadap MotoGP.

Sebelumnya, Martin sangat terobsesi dengan hasil. Ia bahkan pernah mengadopsi semangat Conor McGregor yang terkenal dengan motto untuk tidak sekadar berpartisipasi, tetapi mengambil alih.

Kini, Martin memilih pendekatan berbeda.

"Lebih dari beberapa hal telah berubah. Dulu saya sangat bergantung pada hasil, bahkan dalam hal suasana hati," katanya.

"Sekarang, saya benar-benar tidak peduli dengan hasil. Itu bukan lagi motivasi saya. Sekarang lebih tentang bagaimana saya bisa berkembang dari balapan ke balapan. Hasil kemudian menjadi konsekuensinya."

Jorge Martin menyebut dirinya masih seorang "Martinator", tetapi dengan kesadaran yang lebih besar terhadap dirinya sendiri dan olahraga yang digelutinya.

Pendekatan tersebut terbukti membantu Martin bangkit. Pada 2026, ia kembali memimpin klasemen MotoGP setelah 11 seri, meski belum sepenuhnya merasa menyatu dengan Aprilia RS-GP.

Artikel Tag: Motogp inggris, Connor McGregor, Jorge Martin

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru