☰
Kanal
✕

Kevin Schwantz Ungkap Satu Penyesalan Terbesarnya di MotoGP

Penulis: Abdi Ardiansyah
18 Okt 2026, 21:35 WIB

Kevin Schwantz

Berita MotoGP - Legenda balap motor Kevin Schwantz mengungkap satu penyesalan yang masih membekas sepanjang kariernya di kelas 500cc, yakni kegagalan menyelesaikan balapan di Phillip Island. Ia mengalami kecelakaan dalam dua kesempatan tampil di sirkuit Australia tersebut, masing-masing pada 1989 dan 1990.

Kevin Schwantz dikenal sebagai salah satu pebalap Amerika Serikat terbaik dalam sejarah balap motor. Ia menghabiskan sembilan musim di kelas utama, dari 1986 hingga 1995, dan meraih gelar juara dunia 500cc pada 1993 bersama tim pabrikan Suzuki.

Meski berhasil mencapai puncak karier, Schwantz mengaku masih menyimpan satu penyesalan terkait kiprahnya di Phillip Island. Ia dua kali tampil di sirkuit tersebut pada Grand Prix Australia kelas 500cc, tetapi tidak pernah berhasil menyelesaikan balapan hingga garis finis.

Dalam wawancara di podcast Racing Back, Schwantz mengatakan kegagalan itu menjadi hal yang terus diingatnya menjelang kunjungannya ke Australia untuk merayakan berakhirnya era Phillip Island di kalender MotoGP.

"Jika saya punya penyesalan, itu adalah fakta bahwa saya dua kali balapan di Phillip Island dan dalam kedua akhir pekan tersebut, saya tidak menyelesaikan satu balapan Grand Prix pun," ujar Schwantz.

Pada penampilan pertamanya pada 1989, Schwantz sebenarnya memulai balapan dari pole position bersama Suzuki. Catatan waktunya, 1 menit 34,99 detik, bahkan masih cukup kompetitif untuk menembus kualifikasi MotoGP di Phillip Island pada 2012.

Namun ia terjatuh di tikungan Lukey Heights pada lap pertama setelah terlalu agresif ketika berusaha merebut kembali posisi terdepan dari Wayne Rainey. Insiden tersebut membuka peluang bagi pebalap tuan rumah, Wayne Gardner, untuk memenangi balapan bersama Honda.

Schwantz kembali gagal finis pada 1990. Kali ini, ia terjatuh di tikungan pertama ketika balapan memasuki lap terakhir, saat berusaha mengikuti Gardner. Balapan itu akhirnya dimenangi Mick Doohan setelah persaingan sesama pebalap Australia.

Kevin Schwantz mengaku kesalahan pada kedua balapan tersebut berbeda. Pada 1989, ia merasa terlalu terburu-buru menggunakan ban Michelin, sedangkan setahun kemudian ia tidak ingin kembali melihat Gardner menang di hadapan pendukungnya sendiri.

Meski menjadi juara dunia 500cc pada 1993, kemenangan Schwantz di Grand Prix Australia tahun itu diraih di Eastern Creek, bukan Phillip Island. Sirkuit Phillip Island dijadwalkan menggelar GP Australia untuk terakhir kalinya pada 2026 sebelum balapan pindah ke Adelaide mulai 2027, menunggu persetujuan akhir untuk sirkuit barunya.

Artikel Tag: phillip island, Kevin Schwantz

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru