KTM Minta Izin Tim Rival Ubah Mesin MotoGP Demi Keselamatan Pembalap
Pit Beirer, Bos KTM MotoGP.
Berita MotoGP - KTM mengungkap adanya masalah serius pada mesin MotoGP yang berpotensi membahayakan keselamatan para pembalapnya. Pabrikan asal Austria itu kini meminta pengecualian aturan agar dapat melakukan modifikasi mesin selama jeda musim panas.
KTM menghadapi persoalan besar di MotoGP 2026 setelah serangkaian gangguan mesin menghantam para pembalapnya sepanjang musim. Demi menghindari risiko yang lebih besar, pabrikan asal Austria tersebut meminta izin khusus untuk melakukan perubahan pada mesin meski regulasi saat ini melarang pengembangan selama musim berlangsung.
Direktur KTM Motorsport, Pit Beirer, mengakui timnya telah menemukan kelemahan pada sejumlah mesin yang digunakan musim ini. Menurutnya, masalah tersebut bukan lagi sekadar persoalan performa, tetapi sudah berkaitan langsung dengan aspek keselamatan pembalap.
"Situasinya tidak mudah. Ada sesuatu yang tidak beres di dalam mesin kami," kata Beirer kepada Sky Sports Italia.
"Kami tahu risiko itu masih ada pada beberapa mesin. Karena itu kami menggunakan unit lain untuk menghindarinya."
Masalah tersebut mencuat setelah beberapa insiden terjadi dalam beberapa seri terakhir. Pedro Acosta menjadi salah satu pembalap yang paling terdampak ketika motornya mendadak kehilangan tenaga saat bertarung memperebutkan posisi di GP Catalunya. Gangguan itu turut memicu kecelakaan serius yang melibatkan Alex Marquez dan memunculkan kekhawatiran mengenai reliabilitas motor KTM.
Tak lama berselang, Brad Binder juga mengalami masalah serupa saat sesi latihan MotoGP Italia. Pembalap asal Afrika Selatan itu terpaksa menghentikan motornya di lintasan sebanyak dua kali akibat gangguan teknis.
Karena KTM berada dalam kategori konsesi yang masih menerapkan pembekuan pengembangan mesin selama musim berjalan, setiap perubahan spesifikasi harus mendapat persetujuan dari pabrikan lain. Beirer berharap seluruh rival memahami bahwa permintaan tersebut didasarkan pada alasan keselamatan, bukan untuk mencari keuntungan kompetitif.
"Ada masalah yang harus kami selesaikan. Beberapa mesin bahkan tidak bisa kami gunakan lagi karena alasan keselamatan. Kami ingin memanfaatkan jeda musim panas untuk memperbaikinya," ujarnya.
Beirer juga menyampaikan apresiasi kepada Aprilia yang bersedia mendukung permintaan mereka.
"Saya ingin berterima kasih kepada Fabiano Sterlacchini dan Massimo Rivola dari Aprilia yang telah membantu kami."
Hingga memasuki jeda musim panas, tim pabrikan asal Austria ini masih berada di posisi ketiga klasemen konstruktor. Namun performa mereka belum cukup konsisten untuk menandingi Ducati dan Aprilia, meski masih unggul atas Honda serta Yamaha.
Dengan paruh kedua musim segera dimulai, keputusan terkait permintaan KTM diperkirakan akan menjadi perhatian besar di paddock MotoGP. Jika mendapat persetujuan, perubahan mesin diharapkan mampu menghilangkan potensi kegagalan teknis sekaligus memberikan jaminan keselamatan yang lebih baik bagi para pembalap, termasuk Brad Binder dan Pedro Acosta.
Artikel Tag: ktm, Pit Beirer, Pedro Acosta, MotoGP 2026