Marc Marquez Akui Sempat Takut Perpanjang Kontrak Ducati, Ini Alasannya
Marc Marquez dan Gigi Dall'Igna
Berita MotoGP - Marc Marquez akhirnya buka suara mengenai alasan di balik keputusan memperpanjang kontraknya bersama Ducati hingga akhir MotoGP 2028. Di balik kepastian itu, juara dunia tujuh kali tersebut ternyata sempat dihantui ketakutan bahwa tubuhnya tak lagi mampu bersaing di level tertinggi.
Marc Marquez mengaku sempat mengalami keraguan besar sebelum memutuskan memperpanjang kontraknya bersama Ducati. Meski akhirnya resmi bertahan hingga MotoGP 2028, pebalap asal Spanyol itu mengungkapkan bahwa cedera yang dialaminya musim lalu sempat membuatnya mempertimbangkan untuk mengakhiri karier lebih cepat.
Ducati sebelumnya telah mengonfirmasi Marquez akan tetap menjadi bagian dari tim pabrikan hingga akhir musim 2028. Kontrak baru itu sekaligus memastikan dirinya tetap memimpin proyek Ducati memasuki era regulasi baru MotoGP 850 cc yang mulai diterapkan pada 2027.
Dalam wawancara bersama Sky Italia di sela MotoGP Belanda 2026, Marquez mengakui keputusan tersebut bukan hanya soal memilih tim terbaik, tetapi juga menyangkut masa depan kariernya sebagai pebalap.
"Itu adalah keputusan yang sangat sulit. Bukan hanya memilih tim, tetapi juga menentukan apakah saya akan terus membalap atau justru mengakhiri karier," ujar Marquez.
Nama Honda sempat dikaitkan dengan kepulangannya, sementara isu pensiun juga ramai diperbincangkan. Namun, Marquez menegaskan dirinya tidak pernah benar-benar tergoda meninggalkan Ducati karena merasa nyaman dengan proyek yang sedang dijalankan.
"Banyak orang mengatakan saya akan kembali ke Honda. Namun saya merasa bahagia di Ducati. Ketika Anda nyaman dan mampu tampil kompetitif, tidak ada alasan untuk pergi," katanya.
Marquez menjelaskan bahwa pembicaraan kontrak sebenarnya sudah dimulai setelah insiden yang dialaminya di MotoGP Indonesia musim lalu. Saat itu dua baut di bahu kanannya mengalami perubahan bentuk dan menekan saraf radial, kondisi yang baru diketahui setelah musim 2026 berjalan. Cedera tersebut membuatnya harus menjalani operasi bahu, sekaligus tindakan pada kaki kanan akibat kecelakaan di Sprint Race Le Mans.
Marquez mengapresiasi sikap Ducati yang tidak memberikan tekanan selama proses tersebut. Menurutnya, tim asal Borgo Panigale memberikan waktu dan kepercayaan penuh hingga ia benar-benar yakin kondisi fisiknya kembali optimal.
Marquez juga sudah mulai menatap MotoGP 2027 dengan mengikuti tes motor Ducati berkapasitas 850 cc di Brno. Meski sempat mengalami kecelakaan saat sesi pagi, ia menilai tantangan terbesar pada era baru nanti justru berasal dari penggunaan ban Pirelli yang akan menggantikan Michelin sebagai pemasok tunggal.
Dengan kontrak baru di tangan dan kondisi fisik yang terus membaik, Marc Marquez kini berpeluang menjadi salah satu kandidat terkuat dalam perebutan gelar MotoGP, baik pada musim 2026 maupun saat memasuki era regulasi baru mulai 2027.
Artikel Tag: Marc Marquez, Ducati, MotoGP 2027