Marco Melandri Kritik FIM, Hukuman Bezzecchi Dinilai Terlalu Berbahaya
Marco Melandri
Berita MotoGP: Hukuman yang dijatuhkan kepada Marco Bezzecchi setelah insiden dengan marshal di MotoGP Ceko masih memicu perdebatan. Mantan pembalap MotoGP Marco Melandri bahkan menilai keputusan FIM mendiskualifikasi rider Aprilia itu justru bisa menimbulkan risiko yang lebih besar.
Insiden yang melibatkan Marco Bezzecchi dan seorang marshal pada Sprint Race MotoGP Ceko 2026 masih menjadi bahan perbincangan hangat di paddock. Setelah pembalap Aprilia itu dilarang tampil pada balapan utama di Brno, mantan rider MotoGP Marco Melandri ikut mengkritik keputusan yang diambil FIM.
Bezzecchi mendapat hukuman larangan balapan setelah tertangkap kamera memukul wajah marshal yang tengah membantu mengevakuasi motornya usai mengalami kecelakaan di Tikungan 3. Tindakan tersebut langsung menuai kecaman dan membuat steward menjatuhkan sanksi tegas berupa diskualifikasi dari Grand Prix Ceko.
Akibat hukuman itu, Bezzecchi kehilangan peluang meraih poin penting dalam perebutan gelar juara dunia. Situasi semakin merugikan karena rival utamanya, Marc Marquez, berhasil memenangkan balapan dan memangkas jarak di klasemen menjadi hanya 40 poin.
Meski mengakui tindakan Bezzecchi tidak dapat dibenarkan, Melandri menilai hukuman yang diberikan terlalu berat.
Menurut mantan pembalap Italia itu, emosi sesaat memang membuat Bezzecchi melakukan kesalahan besar, tetapi larangan tampil satu balapan bukan solusi terbaik.
"Dia memang kehilangan kendali dan melakukan sesuatu yang seharusnya tidak terjadi," kata Marco Melandri dalam podcast Chiacchiere da Box.
Namun Melandri merasa steward seharusnya memilih bentuk hukuman lain yang tetap memberikan efek jera tanpa menghilangkan kesempatan Bezzecchi untuk bertanding.
"Saya akan membuatnya start dari posisi terakhir. Dengan begitu dia tetap mendapat hukuman, tetapi masih punya kesempatan untuk bangkit dan menunjukkan performanya di lintasan," ujarnya.
Tak hanya itu, Melandri juga mengusulkan hukuman tambahan berupa denda atau kegiatan sosial sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tindakannya terhadap marshal. Menurutnya, keputusan melarang Bezzecchi tampil justru berpotensi menimbulkan dampak psikologis yang lebih buruk.
"Menurut saya membiarkannya di rumah justru lebih berbahaya. Bisa saja pada balapan berikutnya dia datang dengan kemarahan yang lebih besar dan itu berisiko di lintasan," ucap Melandri.
Kini Bezzecchi memiliki kesempatan untuk bangkit pada MotoGP Belanda di Assen. Sirkuit legendaris itu termasuk salah satu trek yang cukup bersahabat baginya, dengan catatan tiga kali finis podium kedua dalam empat penampilan terakhir di kelas premier.
Akhir pekan di Assen pun diprediksi menjadi momentum penting bagi Bezzecchi untuk menebus kesalahan di Brno sekaligus menjaga peluangnya dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026.
Artikel Tag: MotoGP Ceko, Marco Melandri, Marco Bezzecchi