Nicolo Bulega Sebut Toprak Akan Sulit Juara WSBK Jika Pakai Motor Ducati
Nicolo Bulega dan Toprak Razgatlioglu
Berita MotoGP - Nicolo Bulega menilai Toprak Razgatlioglu belum tentu mampu mengulang kesuksesannya di World Superbike jika menggunakan Ducati yang saat ini menjadi motor paling dominan. Menurut Bulega, perbedaan karakter berkendara membuat Toprak bisa menghadapi tantangan besar jika kembali bersaing di WSBK.
Nicolo Bulega tampil luar biasa di World Superbike (WSBK) 2026 setelah kehilangan rival terberatnya, Toprak Razgatlioglu, yang memilih naik ke MotoGP bersama Pramac Yamaha.
Bulega dan Toprak sebelumnya menjadi dua pembalap yang paling menonjol sepanjang musim 2025. Namun Toprak akhirnya keluar sebagai juara dunia setelah mengalahkan Bulega dengan selisih 13 poin pada akhir musim.
Kini situasinya berubah drastis. Toprak meninggalkan WSBK untuk menjalani tantangan baru di MotoGP, sementara Bulega justru semakin sulit dihentikan.
Pembalap Ducati tersebut hampir menyapu bersih seluruh balapan musim 2026. Ia hanya sekali gagal menang dan finis sebagai runner-up dalam balapan tersebut.
Dominasi Ducati juga terlihat dari hasil pembalap lain. Iker Lecuona, rekan setim Bulega, tercatat sudah 22 kali finis di posisi kedua di belakang pembalap Italia tersebut.
Meski Ducati tampil sangat kuat, Bulega justru menilai Toprak akan kesulitan jika mengendarai motor yang sama untuk kembali mengejar gelar WSBK.
"Saya jelas belajar banyak dari Razgatlioglu, yang merupakan pembalap hebat," ujar Bulega kepada Motosprint setelah meraih kemenangan di Magny-Cours.
Bulega kemudian menjelaskan bahwa motor WSBK terbaru mengalami peningkatan besar dibandingkan musim sebelumnya. Kondisi tersebut, menurutnya, justru bisa membuat Toprak membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
"Musim lalu kami memiliki motor yang tidak terlalu lama, tetapi juga tidak sesegar motor ini. Ini merupakan langkah maju yang sangat besar, dan saya pikir akan sedikit lebih sulit baginya untuk memenangkan kejuaraan dengan motor ini," jelas Bulega.
Ia juga menegaskan perbedaan gaya berkendara mereka. Toprak dikenal sangat agresif saat pengereman dan cenderung menghentikan motor di tengah tikungan, sedangkan Bulega lebih mengandalkan kecepatan saat melewati tikungan.
"Toprak adalah pembalap yang mengerem sangat keras lalu menghentikan motor di tengah tikungan, sedangkan saya memiliki lebih banyak kecepatan di tengah tikungan," kata Bulega.
Menariknya, karakter tersebut diyakini Bulega akan cocok dengan motor MotoGP generasi baru bermesin 850cc dan ban Pirelli yang mulai digunakan pada 2027.
Bulega sendiri diproyeksikan bergabung dengan VR46 di MotoGP pada musim tersebut. Ia pun percaya gaya balapnya bisa beradaptasi dengan baik terhadap regulasi baru.
Artikel Tag: wsbk, Nicolo Bulega, Toprak Razgatlioglu