Podium di Brasil Bersama Aprilia, Jorge Martin Dikritik Karena Pilih Yamaha
Jorge Martin meraih podium kedua di MotoGP Brasil
Berita MotoGP: Jorge Martin mendapat sorotan tajam meski tampil impresif di MotoGP Brasil 2026. Martin mendapatkan kritik dari Neil Hodgson usai podium MotoGP Brasil 2026 lantaran memutuskan pindah ke Yamaha yang tengah terpuruk disebut bakal merugikan kariernya.
Penampilan gemilang Jorge Martin di MotoGP Brasil 2026 justru diiringi kritik tajam terkait masa depannya.
Pembalap asal Spanyol itu berhasil finis di posisi kedua, sekaligus mengamankan podium pertamanya bersama Aprilia. Ia turut membantu timnya mencetak finis 1-2 bersama Marco Bezzecchi yang keluar sebagai pemenang.
Hasil ini terasa spesial karena menjadi podium pertama Martin sejak terakhir kali naik podium saat menjuarai dunia pada 2024. Setelah itu, ia sempat mengalami periode sulit akibat cedera berkepanjangan.
Namun di balik kebangkitannya, keputusan Martin terkait masa depan justru menuai tanda tanya. Ia dikabarkan telah sepakat untuk bergabung dengan Yamaha pada musim 2027.
Pengamat MotoGP, Neil Hodgson, menilai keputusan tersebut sebagai langkah yang berisiko besar. Menurutnya, Martin justru meninggalkan motor terbaik saat ini.
“Kalau benar dia pindah ke Yamaha, rasanya seperti keputusan yang aneh. Dia seperti meninggalkan motor terbaik ke motor yang saat ini paling tertinggal,” ujar Hodgson.
Komentar tersebut semakin tajam ketika Hodgson menyebut karier Martin kemungkinan tidak dikelola dengan baik.
“Saya pikir kariernya tidak dikelola dengan baik,” tambahnya.
Kritik ini bukan tanpa alasan. Saat ini, Aprilia tengah berada dalam performa puncak, terbukti dari dominasi mereka di awal musim 2026. Sebaliknya, Yamaha justru masih kesulitan bersaing di papan atas.
Hal itu terlihat jelas di GP Brasil. Fabio Quartararo yang sempat tampil menjanjikan di kualifikasi harus puas finis jauh di posisi ke-16 saat balapan utama.
Sementara rekan setimnya, Alex Rins, hanya mampu finis di posisi ke-14. Bahkan Toprak Razgatlioglu yang tampil cukup impresif di awal akhir pekan, akhirnya terlempar ke posisi ke-17.
Meski begitu, keputusan Martin disebut juga dipengaruhi faktor finansial. Yamaha dikenal memiliki kekuatan besar dalam hal kontrak dan gaji pembalap.
Kini, Martin berada di persimpangan penting dalam kariernya. Di satu sisi, ia sedang berada di tim yang kompetitif. Namun di sisi lain, langkah masa depannya justru berpotensi menjadi perjudian besar.
Jika performa Yamaha tidak kunjung membaik, keputusan ini bisa menjadi titik balik yang merugikan dalam perjalanan kariernya di MotoGP.
Artikel Tag: yamaha, aprilia, Jorge Martin, MotoGP Brasil