Sebelum Berseteru, Valentino Rossi Pernah Anggap Marquez Adalah Penerusnya
Jorge Lorenzo, Valentino Rossi dan Marc Marquez
Berita MotoGP: Hubungan Valentino Rossi dan Marc Marquez tak selalu dipenuhi konflik. Jorge Lorenzo mengungkapkan bahwa sebelum rivalitas memanas, Rossi justru sempat melihat Marquez sebagai penerusnya di MotoGP.
Rivalitas Valentino Rossi dan Marc Marquez menjadi salah satu cerita paling ikonik dalam sejarah MotoGP. Meski periode persaingan mereka relatif singkat, dampaknya terus membekas hingga kini. Namun di balik konflik yang memuncak pada 2015, Jorge Lorenzo mengungkap fakta menarik bahwa Rossi pernah memandang Marquez sebagai sosok yang akan melanjutkan tongkat estafet kejayaan MotoGP.
Lorenzo menjelaskan pada awal kedatangan Marquez di kelas utama, hubungan keduanya terlihat harmonis. Publik kerap melihat Rossi dan Marquez bercanda, tertawa, serta menunjukkan kedekatan yang mencerminkan rasa saling menghormati.
“Pandangan saya, Valentino dan Marc saat itu terlihat rukun. Entah mereka benar-benar berteman atau tidak, tetapi citra yang mereka tampilkan menunjukkan hubungan yang baik,” ujar Lorenzo dalam buku biografi Marc The Magnificent karya Mat Oxley.
Lorenzo menilai Rossi sudah berada di fase akhir kariernya ketika Marquez datang ke MotoGP pada 2013. Di usia 36 tahun, Rossi dinilai telah menyadari bahwa cepat atau lambat ia harus menyerahkan panggung utama kepada generasi berikutnya.
“Seolah-olah Valentino menerima bahwa Marc adalah penerusnya. Dia tahu suatu hari nanti harus pensiun, dan Marc juga mengaguminya,” lanjut Lorenzo.
Situasi mulai berubah memasuki musim 2015. Rossi yang sempat kesulitan bersaing pada 2013 dan 2014, kembali menemukan performa terbaiknya. Di sisi lain, Marquez justru mengalami musim yang sulit bersama Honda dan kerap terjatuh, membuatnya tersingkir dari perebutan gelar.
Menurut Lorenzo di momen itulah yang mengubah dinamika hubungan keduanya. Rossi melihat peluang nyata untuk kembali menjadi juara dunia.
“Di titik itu, Valentino menyadari ia bisa juara lagi. Naluri pembunuhnya bangkit, naluri yang sebelumnya tertidur selama beberapa tahun,” kata Lorenzo.
Ketegangan yang sudah terbangun sejak awal musim akhirnya meledak dalam insiden kontroversial di Sepang. Sejak saat itu, hubungan Rossi dan Marquez tak pernah kembali sama.
Padahal sebelum menjadi rival di lintasan, Marquez adalah penggemar berat Rossi. Ia tumbuh dengan mengidolakan sang legenda Italia dan bahkan menyimpan replika motor Valentino Rossi di kamarnya.
Namun begitu Marquez mulai bersaing langsung dengan idolanya, hubungan tersebut berubah total. Dari rasa hormat menjadi persaingan penuh emosi, yang hingga kini masih membelah opini penggemar MotoGP di seluruh dunia.
Artikel Tag: Valentino Rossi, Marc Marquez, Jorge Lorenzo