Toprak Razgatlioglu Diminta Ubah Gaya Balap Hindari Late Braking di MotoGP
Toprak Razgatlioglu
Berita MotoGP: Berita Toprak Razgatlioglu menghadapi tantangan besar pada musim debut MotoGP 2026 setelah Pramac Yamaha memintanya mengubah gaya pengereman khas World Superbike yang cenderung telat.
Adaptasi menuju MotoGP ternyata tidak semudah yang dibayangkan bagi Toprak Razgatlioglu. Rider asal Turki itu kini harus mengubah gaya balap andalannya setelah tim meminta pendekatan berbeda demi meningkatkan performa di lintasan.
Pembalap berusia 29 tahun tersebut resmi memulai petualangan baru di MotoGP 2026 bersama Pramac Racing usai meninggalkan World Superbike. Ia menandatangani kontrak pabrikan dua tahun dengan Yamaha, namun awal kariernya di kelas premier justru berjalan sulit.
Masalah utama Razgatlioglu terletak pada proses adaptasi dengan motor Yamaha Motor Racing, khususnya karakter mesin V4 M1 yang sangat berbeda dibandingkan motor yang ia gunakan sebelumnya di WSBK.
Chief Yamaha, Paolo Pavesio, bahkan sempat menyebut masa “honeymoon” Razgatlioglu di MotoGP telah berakhir setelah sang pembalap mulai menyadari karakter motor yang tidak sesuai dengan gaya berkendaranya.
Selama ini Razgatlioglu dikenal sebagai salah satu pembalap dengan kemampuan pengereman paling agresif di dunia balap motor. Namun justru kekuatan tersebut menjadi kendala di MotoGP.
Tim Pramac melihat dirinya terlalu mengandalkan late braking seperti di World Superbike. Akibatnya, kecepatan saat masuk dan keluar tikungan menjadi kurang optimal.
“Tim selalu mengatakan saya sudah sangat kuat saat pengereman. Mereka berkata, ‘Tolong mengerem sedikit lebih awal dan fokus pada corner speed serta keluar tikungan’,” ujar Razgatlioglu kepada Speedweek.
Ia mengakui perubahan tersebut tidak mudah dilakukan karena sudah menjadi insting alami sejak lama.
“Bagi saya tidak mudah mengubah gaya. Tapi saya terus bekerja. Saya terbuka untuk belajar, hanya saja saya butuh waktu,” tambahnya.
Yamaha dan Pramac sebenarnya telah mencoba membantu proses adaptasi lewat sejumlah pengembangan teknis. Salah satunya dengan menghadirkan desain setang ala World Superbike selama tes Sepang.
Namun eksperimen tersebut justru tidak berjalan sesuai harapan. Setang yang lebih tinggi membuat Razgatlioglu kehilangan performa saat melewati tikungan.
Karena itu, ia memutuskan kembali menggunakan konfigurasi lama seperti saat tes Valencia, yakni setang lebih rendah yang dipadukan dengan posisi jok rendah.
“Kami tidak membuat banyak peningkatan beberapa hari terakhir. Saya akan kembali ke setelan lama gaya Valencia. Dengan setang tinggi saya kehilangan banyak hal,” jelasnya.
Tes MotoGP berikutnya di Thailand akan menjadi kesempatan penting bagi Razgatlioglu memahami karakter motor lebih dalam. Ia berharap perubahan setelan serta kondisi fisik yang lebih segar setelah pulang ke rumah bisa membantu peningkatan performa.
Adaptasi ini menjadi fase krusial bagi sang juara World Superbike tiga kali tersebut. Pasalnya, MotoGP memiliki kalender panjang hingga 22 seri dengan tekanan teknis dan aktivitas media yang jauh lebih berat dibandingkan kompetisi sebelumnya.
Jika mampu menemukan keseimbangan antara gaya balap alami dan kebutuhan motor Yamaha, Toprak Razgatlioglu masih memiliki peluang besar berkembang sepanjang musim debutnya di MotoGP 2026.
Artikel Tag: yamaha, Toprak Razgatlioglu, MotoGP 2026