Kanal

Mourinho Bongkar Kebohongan Besar Sepak Bola dan Kejutan Chivu di Roma

Penulis: Amalia Sihotang
29 Apr 2026, 16:54 WIB

Mourinho Bongkar Kebohongan Besar Sepak Bola dan Kejutan Chivu di Roma - sumber: (footballitalia)

Berita Liga Italia kembali memanas dengan pernyataan terbaru dari pelatih legendaris, José Mourinho, yang mengungkapkan rasa cintanya pada AS Roma dan mantan pemainnya, Cristian Chivu, yang kini menukangi Inter Milan. Dalam wawancara eksklusif dengan Il Giornale, Mourinho memberikan pandangan mendalam yang penuh semangat tentang perjalanan kariernya dan pandangannya terhadap sepak bola modern.

Mourinho, yang pernah membawa AS Roma meraih gelar UEFA Conference League pada 2022, menyebut Roma sebagai tempat terbaik yang pernah ia kunjungi selama karier kepelatihannya. "Tidak ada yang bisa menandingi atmosfer luar biasa yang saya rasakan di Olimpico. Stadion itu selalu penuh semangat," ujar Mourinho dengan antusiasme yang tidak bisa disembunyikan.

Ketika ditanya apakah tekanan di ibukota Italia menjadi penghalang bagi Giallorossi untuk meraih trofi, Mourinho dengan tegas menolak anggapan tersebut. "Bukan drama. Saat kami menjuarai Conference League, perayaannya luar biasa. Bahkan, saat saya memenangkan Liga Champions, saya tidak melihat pemandangan seperti itu," tambahnya. Mourinho juga menegaskan bahwa para penggemar Roma tidak layak disalahkan atas kegagalan tim meraih lebih banyak trofi.

Sementara itu, di sisi lain Serie A, Cristian Chivu, yang pernah menjadi punggawa Inter Milan di bawah asuhan Mourinho, kini berpeluang membawa Inter meraih gelar Scudetto jika berhasil mengalahkan Parma. Meskipun awalnya Mourinho tidak menyangka Chivu akan beralih menjadi pelatih, ia mengakui kecerdasan dan dedikasi mantan pemainnya itu. "Dia telah belajar dan membangun pengalaman. Banyak yang menjadi pelatih hanya karena bisa menjual diri dengan baik," kata Mourinho, sambil menambahkan bahwa gagasan bahwa gaya bermain lebih penting daripada hasil adalah "kebohongan terbesar dalam sepak bola."

Mourinho juga berbagi cerita tentang grup WhatsApp yang masih menghubungkan anggota tim Inter legendaris yang memenangkan treble pada 2009-10, meskipun ia mengaku tidak terlalu aktif di sana. "Materazzi lah yang mengendalikan grup tersebut," ungkapnya dengan nada bercanda.

Menutup wawancara, Mourinho menepis rumor tentang kepindahannya ke Atletico Madrid, dan menyatakan bahwa target berikutnya adalah membawa Benfica kembali ke Liga Champions. Dengan semangat yang tak pernah surut, Mourinho terus menjadi tokoh sentral dalam dinamika sepak bola Eropa.

Artikel Tag: Jose Mourinho

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru