Kanal

Novak Djokovic Rasakan Perasaan Buruk Dalam Kekalahan Di US Open

Penulis: Dian Megane
31 Agu 2026, 20:51 WIB

Novak Djokovic [image: getty images]

Berita Tenis: Setelah menelan kekalahan mengejutkan di babak pertama US Open musim 2026, Novak Djokovic berbicara secara blak-blakan mengenai pengalamannya di lapangan.

Mengawali US Open musim ini, petenis berkebangsaan Serbia secara mencengangkan kalah lima set dari petenis berkebangsaan Argentina, Mariano Navone.

“Menurut saya, sudah jelas bahwa saya merasakan kondisi yang sangat buruk di lapangan. Sayangnya, ini adalah masalah yang saya alami hampir di setiap pertandingan musim ini,” ujar Djokovic.

“Muntah-muntah, itu masalah serius. Lalu seluruh tubuh saya mulai ambruk, pada dasarnya saya mengalami kram dan rasa sakit. Ya, pada akhirnya punggung dan bahu saya menyerah dan saya tidak bisa menuntaskan pertandingan itu.”

Meski mengalami kendala fisik, ia sempat unggul dua set berbanding satu serta memimpin lewat peluang break di set keempat saat menghadapi Navone. Tetapi, ia tidak mampu mengerahkan sisa tenaganya untuk memastikan kemenangan.

"Saya sempat unggul lewat peluang break di set keempat, tetapi saya benar-benar kesulitan sejak  game keempat pertandingan," lanjut petenis berkebangsaan Serbia.

"Sekali lagi, saya tidak ingin mengurangi nilai kemenangannya. Selamat untuknya. Ia orang yang baik, seorang petarung. Tetapi, saya sendiri tidak menikmati jalannya pertandingan."

Kondisi fisiknya begitu berat — iia bahkan sempat muntah beberapa kali — hingga ia mengaku sempat mempertimbangkan untuk mundur dari pertandingan.

"Saya sempat memikirkannya, ya. Tetapi kemudian saya memenangkan satu set, lalu set ketiga. Saat itu saya berpikir, 'Oke, mungkin masih ada peluang'. Ya, saya tidak ingin menyerah di set keempat atau kelima, jadi, saya ingin menyelesaikan pertandingan ini,” jelas Djokovic.

Hasil tersebut sungguh mengejutkan karena ia belum pernah kalah di babak pertama Grand Slam sejak Australian Open musim 2006. Satu-satunya kekalahan lain yang ia alami di babak pembuka Grand Slam terjadi di Australian Open musim 2005.

"Itu rekor yang bagus, satu lagi pencapaian. Tetapi, ya, saya tidak terlalu memikirkannya. Tentu saja, saya sangat bangga dengan semua pencapaian di masa lalu, tetapi sekarang situasinya berbeda. Saat ini, saya baru saja menyelesaikan pertandingan dan masih berupaya memulihkan kondisi tubuh saya,” tambah Djokovic.

Saat tertinggal 1-3 di set penentu, penonton di New York berusaha menyemangati petenis berusia 39 tahun dan ia pun tampak sangat terharu hingga matanya berkaca-kaca.

"Mereka sangat luar biasa. Saya sangat bersyukur bisa mengalaminya. Tetapi, jika bicara soal pertandingannya sendiri serta bagaimana kondisi tubuh dan permainan saya, rasanya sungguh tidak menyenangkan. Saya benar-benar tidak menikmati setiap momen saat berada di lapangan itu," aku Djokovic.

"Akan tetapi, dari sisi penonton dan dukungan yang diberikan, suasananya luar biasa, sungguh sejak awal. Mereka berusaha membangkitkan semangat saya di momen-momen krusial dan saya sangat menyesal tidak bisa tampil sebaik yang seharusnya, semampu saya, atau seperti yang saya inginkan demi mereka. Tetapi, cinta dan apresiasi yang mereka berikan di akhir pertandingan sungguh menyentuh hati saya."

Artikel Tag: Novak Djokovic, US Open, Mariano Navone

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru