Kanal

Alysa Liu Bangkit dan Bidik Medali di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina

Penulis: Hanif Rusli
18 Feb 2026, 20:42 WIB

Bagi Alysa Liu, Olimpiade Milan-Cortina menjadi penampilan keduanya di ajang empat tahunan tersebut setelah debut di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022. (Foto: AP)

Perjalanan karier atlet seluncur indah Amerika Serikat Alysa Liu menjadi salah satu kisah paling menarik menjelang Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026.

Setelah sempat pensiun di usia remaja, Liu kini kembali sebagai juara dunia dan kandidat kuat peraih medali Olimpiade.

Pada Kejuaraan Nasional AS awal tahun ini, Liu menunjukkan sisi berbeda dari dirinya.

Setelah menyelesaikan programnya dan sempat memimpin klasemen, ia justru berdiri di tepi arena untuk memberi dukungan kepada pesaingnya, Amber Glenn, yang akhirnya memenangkan gelar nasional ketiga berturut-turut.

Liu kemudian finis di posisi kedua dan tetap terpilih masuk tim Amerika Serikat untuk Olimpiade.

Bagi Alysa Liu, Olimpiade Milan-Cortina menjadi penampilan keduanya di ajang empat tahunan tersebut setelah debut di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, ketika ia finis di posisi keenam nomor tunggal putri.

Kini, atlet berusia 20 tahun itu datang dengan pendekatan baru terhadap olahraga yang telah membesarkan namanya.

Liu mulai dikenal sejak usia sangat muda.

Ia pertama kali menarik perhatian publik saat menjadi juara nasional senior Amerika Serikat pada 2019 di usia 13 tahun, menjadikannya juara termuda dalam sejarah kompetisi tersebut.

Ia kemudian mempertahankan gelar itu setahun kemudian dan dikenal sebagai salah satu talenta terbesar seluncur indah Amerika.

Namun pandemi COVID-19 menjadi titik balik. Perubahan fisik akibat pertumbuhan tubuh serta gangguan jadwal latihan membuat performanya menurun.

Meski masih mampu meraih medali perunggu Kejuaraan Dunia 2022, Liu secara mengejutkan mengumumkan pensiun beberapa minggu kemudian pada usia 16 tahun.

Selama hampir dua tahun meninggalkan arena, Alysa Liu menjalani kehidupan yang lebih normal.

Ia kuliah psikologi di University of California Los Angeles, menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman, serta melakukan perjalanan, termasuk mendaki ke Everest Base Camp pada 2023.

Pengalaman itu membantunya menemukan kembali motivasi dan jati dirinya.

Awal 2024, Liu kembali berlatih seluncur hanya untuk bersenang-senang. Namun kecintaannya terhadap olahraga tersebut muncul kembali.

Dengan tim pelatih baru dan kontrol penuh atas kariernya, ia memutuskan kembali ke kompetisi.

Kembalinya Alysa Liu berlangsung cepat dan mengejutkan.

Ia memenangi Budapest Trophy 2024 dan kemudian mencetak pencapaian terbesar dengan merebut gelar juara dunia 2025, menjadi perempuan Amerika pertama yang meraih titel tersebut sejak 2006

Keberhasilan itu mengubah statusnya dari sekadar atlet yang mencoba kembali menjadi kandidat peraih emas Olimpiade.

Selain performa teknis, Liu dikenal dengan gaya santai dan ekspresi artistik yang kuat di atas es, sesuatu yang menurutnya tidak ia miliki pada awal karier.

Di Milan-Cortina, Liu sudah membantu Amerika Serikat meraih emas nomor beregu dan masih berpeluang menambah medali di nomor individu.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tujuan utamanya bukan sekadar hasil akhir.

Artikel Tag: Olimpiade Musim Dingin, Milano Cortina 2026

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru