Cape Town Marathon Raih Status World Marathon Major Kedelapan
Keberhasilan tersebut semakin istimewa karena Cape Town Marathon edisi 2026 yang berlangsung pada Mei lalu turut diikuti pelari legendaris Kenya, Eliud Kipchoge. (Foto: AP)
Cape Town Marathon resmi menjadi ajang Abbott World Marathon Majors (AbbottWMM) kedelapan di dunia sekaligus yang pertama di benua Afrika.
Lomba itu berhasil melewati tahap akhir penilaian sebagai kandidat.
Pengumuman tersebut disampaikan pada Rabu (10/6), menandai tonggak baru bagi perkembangan olahraga lari maraton di Afrika.
Cape Town Marathon telah dicalonkan sebagai kandidat Abbott World Marathon Majors sejak edisi 2021.
Setelah melalui proses evaluasi selama beberapa tahun, ajang yang digelar di Afrika Selatan itu akhirnya memenuhi seluruh persyaratan untuk bergabung dalam kelompok maraton paling bergengsi di dunia.
Keberhasilan tersebut semakin istimewa karena Cape Town Marathon edisi 2026 yang berlangsung pada Mei lalu turut diikuti pelari legendaris Kenya, Eliud Kipchoge.
Pemegang rekor 11 gelar World Marathon Major itu ambil bagian sebagai bentuk dukungan terhadap upaya Cape Town meraih status World Major dan menyelesaikan lomba di posisi ke-16.
Chief Executive Officer Abbott World Marathon Majors, Dawna Stone, menyambut bergabungnya Cape Town Marathon sebagai anggota terbaru dalam seri maraton elite dunia.
"Saya sangat senang menyambut Cape Town ke dalam keluarga kami. Setelah menyaksikan perlombaan ini berkembang selama masa pencalonannya serta melihat dedikasi luar biasa dari tim yang dipimpin Clark Gardner, akhirnya Afrika memiliki World Major pertamanya," kata Stone.
Ia menambahkan budaya khas, keramahan masyarakat, serta keindahan Kota Cape Town akan menghadirkan pengalaman baru bagi pelari dari berbagai negara.
"Saya yakin para pelari dari Afrika maupun seluruh dunia akan mendapatkan pengalaman yang luar biasa di ajang ini," ujarnya.
Chief Executive Officer sekaligus Race Director Cape Town Marathon, Clark Gardner, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang telah mendukung pengembangan lomba selama beberapa tahun terakhir.
Menurut Gardner, para peserta membantu memenuhi target jumlah pelari yang dibutuhkan, sementara sponsor, mitra, komunitas lari, warga, dan penyedia layanan tetap memberikan dukungan, termasuk ketika edisi 2025 terpaksa dibatalkan secara mendadak akibat kondisi cuaca buruk.
"Sanlam Cape Town Marathon menjadi bukti bahwa ketika Afrika bersatu, kami dapat meraih apa pun. Keberhasilan ini adalah milik semua pihak yang telah berkontribusi," ujar Gardner.
Penyelenggara Cape Town Marathon juga memperkirakan status baru tersebut akan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi Cape Town.
Berdasarkan proyeksi di situs resmi maraton, ajang ini diperkirakan menyumbang sekitar 800 juta rand bagi perekonomian kota melalui sektor perjalanan, akomodasi, dan konsumsi peserta maupun wisatawan.
Wali Kota Cape Town, Geordin Hill-Lewis, menyebut pencapaian tersebut sebagai momen bersejarah bagi kotanya.
Menurutnya, kehadiran ajang Abbott World Marathon Majors di Cape Town akan memberikan dorongan besar terhadap perekonomian lokal, menginspirasi generasi baru pelari, sekaligus meninggalkan warisan penting bagi perkembangan olahraga lari di seluruh Afrika.
Penyelenggara juga telah mengumumkan bahwa Cape Town Marathon edisi 2027 akan digelar pada 23 Mei 2027.
Pendaftaran melalui sistem undian umum telah resmi dibuka bagi pelari yang ingin ambil bagian dalam edisi pertama setelah status World Marathon Major resmi disandang oleh ajang tersebut.
Artikel Tag: Maraton