Edmonton Oilers Dekati Kesepakatan dengan Mike Babcock Sebagai Pelatih
Mike Babcock diproyeksikan menggantikan Kris Knoblauch yang sebelumnya memimpin tim dari bangku cadangan. (Foto: AP)
Edmonton Oilers dilaporkan semakin dekat untuk menunjuk Mike Babcock sebagai pelatih kepala baru mereka menjelang musim NHL 2026-27.
Menurut sejumlah sumber yang dikutip ESPN, negosiasi antara Oilers dan Babcock telah memasuki tahap lanjut.
Pelatih berusia 63 tahun itu diproyeksikan menggantikan Kris Knoblauch yang sebelumnya memimpin tim dari bangku cadangan.
Jika kesepakatan tercapai, Mike Babcock akan kembali ke NHL setelah vakum cukup lama dari dunia kepelatihan liga tersebut.
Ia terakhir kali menangani tim NHL pada 2019 saat masih bersama Toronto Maple Leafs.
Mike Babcock merupakan salah satu pelatih paling berpengalaman dalam sejarah NHL.
Ia berada di peringkat ke-12 daftar pelatih dengan kemenangan terbanyak sepanjang masa dengan total 700 kemenangan.
Prestasi terbesarnya datang saat membawa Detroit Red Wings menjuarai Stanley Cup pada 2008.
Namun, rencana kembalinya Mike Babcock ke NHL tidak lepas dari kontroversi masa lalu.
Pada 2023, ia sempat ditunjuk sebagai pelatih Columbus Blue Jackets.
Akan tetapi, sebelum sempat memimpin satu pertandingan pun, Babcock mengundurkan diri setelah penyelidikan Asosiasi Pemain NHL (NHLPA) terkait tuduhan pelanggaran privasi pemain.
Penyelidikan tersebut dilakukan setelah muncul laporan bahwa Babcock meminta melihat foto-foto pribadi di telepon genggam para pemain.
Hasil investigasi kemudian diserahkan kepada NHL dan manajemen Blue Jackets.
Presiden klub saat itu, John Davidson, bahkan mengakui bahwa organisasi telah membuat kesalahan dalam merekrut Babcock.
Kini, menjelang kemungkinan penunjukannya di Edmonton, NHLPA kembali memantau situasi tersebut.
Sejumlah pemain Oilers dilaporkan telah menghubungi serikat pemain untuk meminta informasi mengenai status Babcock dan kemungkinan adanya investigasi yang masih berjalan.
Meski demikian, manajemen Edmonton tetap melanjutkan proses perekrutan.
Sejumlah laporan menyebut kelompok pemain inti Oilers telah dimintai pendapat mengenai kandidat pelatih baru tersebut.
Bahkan, Babcock dikabarkan sudah bertemu langsung dengan para pemain serta berbicara dengan pemilik klub, Daryl Katz.
Keinginan Oilers merekrut pelatih berpengalaman tidak terlepas dari ambisi besar mereka untuk segera meraih gelar juara.
Musim lalu, Edmonton tersingkir pada putaran pertama playoff setelah dikalahkan Anaheim Ducks. Kegagalan itu mendorong manajemen melakukan perubahan di posisi pelatih.
Sebelumnya, Oilers sempat berusaha mendekati Bruce Cassidy, pelatih peraih Stanley Cup bersama Vegas Golden Knights.
Namun, Vegas menolak memberikan izin kepada Edmonton untuk berbicara dengan Cassidy karena ia masih terikat kontrak.
Situasi tersebut membuat Oilers mengalihkan fokus kepada Babcock yang berstatus bebas.
Selain rekam jejaknya di NHL, Babcock juga memiliki reputasi internasional yang mentereng.
Ia merupakan anggota IIHF Triple Gold Club setelah berhasil memenangkan Kejuaraan Dunia Hoki Es, Stanley Cup, dan dua medali emas Olimpiade bersama tim nasional Kanada pada 2010 dan 2014.
Dengan jendela persaingan juara yang semakin mendesak setelah Connor McDavid memperpanjang kontraknya hanya untuk dua musim ke depan, Edmonton membutuhkan sosok pelatih yang mampu membawa tim kembali menjadi penantang serius gelar Stanley Cup.
Apabila mendapat lampu hijau dari NHL dan NHLPA, Mike Babcock tampaknya akan segera memulai babak baru kariernya bersama Edmonton Oilers.
Artikel Tag: NHL