Federica Brignone Raih Emas Kedua di Nomor Giant Slalom Olimpiade 2026
Dengan waktu gabungan 2:13.50, Federica Brignone menegaskan dominasinya hanya tiga hari setelah mengamankan emas super-G. (Foto: AP)
Federica Brignone mencetak sejarah bagi Italia dengan meraih medali emas kedua di Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026.
Ia sukses menjuarai nomor giant slalom putri pada Minggu (15/2) di lintasan Olimpia delle Tofane.
Dengan waktu gabungan 2:13.50, Brignone menegaskan dominasinya hanya tiga hari setelah mengamankan emas super-G.
Menggunakan helm harimau ikoniknya, atlet berusia 35 tahun ini memimpin sejak run pertama dengan catatan 1:03.23, kemudian menuntaskan run kedua dalam 1:10.27.
Ketepatan dan keberaniannya di lintasan yang menantang membuatnya unggul 0,62 detik dari juara bertahan Sara Hector dan Thea Louise Stjernesund, yang sama-sama meraih medali perak.
Federica Brignone menyebut momen kemenangannya sebagai “tidak bisa dipercaya” dan penuh emosi.
Ia juga mengungkapkan kebahagiaannya kembali berkompetisi setelah absen sekitar 10 bulan akibat operasi lutut.
“Sikap saya hanya untuk menikmati berada di sini. Itu sudah merupakan pencapaian tersendiri, kembali sebagai atlet,” katanya.
Kemenangan ini menjadi puncak comeback spektakuler Brignone, yang mengalami patah tulang parah di kaki kiri tahun lalu dan hanya bisa berjalan kembali setelah musim panas.
Meskipun rasa sakit masih ada, ia mampu menuntaskan dua run sempurna yang membuat rivalnya, termasuk bintang Amerika Mikaela Shiffrin, terkesima.
Shiffrin finis di posisi 11, tetapi tetap menghormati performa Brignone.
Setelah garis finis, Hector dan Stjernesund bahkan berlutut dan membungkuk kepada Brignone sebagai bentuk penghormatan, sebelum ketiganya berpelukan di podium.
“Kalau ada satu orang yang pantas mendapatkan emas Olimpiade, itu Feda,” kata Hector. “Kembalinya dari cedera parah luar biasa. Dia tangguh.”
Kemenangan ganda ini tidak hanya memperkuat status Federica Brignone sebagai ikon ski alpine Italia, tetapi juga membangkitkan semangat para pendukung tuan rumah yang memadati lereng Dolomit.
Suara sorak sorai dan teriakan “FE-de, FE-de, FE-de” menggema saat upacara medali, menandai hari bersejarah bagi olahraga Italia.
Dengan dua medali emas di Olimpiade Milan-Cortina, Brignone menyelesaikan perjalanan comeback yang dramatis dan mengukir namanya dalam sejarah ski alpine dunia, membuktikan ketangguhan dan ketekunan seorang atlet elite di panggung terbesar olahraga musim dingin.
Artikel Tag: Olimpiade Musim Dingin, Milano Cortina 2026