Franjo Von Allmen Raih Emas Ketiga di Super-G, Samai Rekor Dua Legenda Ski
Franjo Von Allmen mencatat waktu tercepat 1 menit 25,32 detik di lintasan Stelvio, Cortina d’Ampezzo. (Foto: AP)
Pebalap ski alpine asal Swiss, Franjo Von Allmen, menorehkan sejarah dengan merebut medali emas nomor super-G putra di Olimpiade Musim Dingin Milan–Cortina 2026, Rabu (11/2).
Kemenangan ini menjadi emas ketiganya dalam satu edisi Olimpiade, menyamai rekor dua legenda ski dunia.
Atlet berusia 24 tahun itu mencatat waktu tercepat 1 menit 25,32 detik di lintasan Stelvio, Cortina d’Ampezzo.
Ia unggul tipis 0,13 detik atas wakil Amerika Serikat Ryan Cochran-Siegle yang meraih perak. Rekan senegaranya, Marco Odermatt, melengkapi podium dengan medali perunggu.
Sebelumnya, Franjo Von Allmen telah memenangkan nomor downhill serta nomor team combined bersama Tanguy Nef.
Dengan tiga emas, ia menjadi pebalap ski alpine putra ketiga dalam sejarah yang meraih tiga gelar dalam satu Olimpiade Musim Dingin, menyamai Toni Sailer (Austria, 1956) dan Jean-Claude Killy (Prancis, 1968).
Meski mencetak prestasi bersejarah, Von Allmen tampak merendah. Usai finis, ia bahkan mengaku tidak yakin catatan waktunya cukup untuk meraih emas.
“Saya pikir itu tidak cukup untuk podium atau emas. Mungkin saya juga sedikit beruntung dengan kondisi salju,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dirinya tidak terlalu memikirkan rekor tersebut. “Mungkin beberapa tahun lagi itu akan terasa penting. Tapi sekarang, saya hanya ingin menikmati Olimpiade,” katanya.
Bagi Cochran-Siegle, perak ini menjadi medali Olimpiade keduanya setelah juga finis kedua di super-G Beijing 2022. Ia mengaku tampil lebih baik setelah pulih dari gangguan lambung yang sempat mengganggunya di nomor downhill.
Sementara itu, Marco Odermatt menilai kondisi lintasan yang semakin lambat di akhir lomba membantunya mempertahankan posisi podium.
Di sisi lain, tuan rumah Italia harus menelan kekecewaan. Dominik Paris gagal melewati garis finis setelah ski kanannya terlepas di tengah lintasan.
Meski demikian, atlet berusia 36 tahun itu tetap bangga menutup penampilan terakhirnya di Olimpiade dengan satu medali perunggu dari nomor downhill.
Prestasi Franjo Von Allmen menjadi sorotan utama, sekaligus menegaskan kebangkitan generasi baru ski alpine Swiss di panggung Olimpiade.
Artikel Tag: Olimpiade Musim Dingin, Milano Cortina 2026