Gabriella Papadakis Batal Menjadi Komentator Olimpiade Usai Rilis Buku
Gabriella Papadakis menjelaskan bahwa NBC menilai netralitasnya sebagai komentator menjadi dipertanyakan. (Foto: NBC)
Juara Olimpiade cabang ice dance, Gabriella Papadakis, mengungkapkan bahwa dirinya kehilangan peran sebagai komentator NBC untuk Olimpiade Musim Dingin mendatang setelah terbitnya buku autobiografinya.
Mantan atlet asal Prancis itu mengatakan keputusan tersebut diambil menyusul reaksi keras dari mantan pasangan skating-nya, Guillaume Cizeron, terhadap isi buku tersebut.
Dalam wawancara dengan harian olahraga L’Équipe pada Jumat, Gabriella Papadakis menjelaskan bahwa NBC menilai netralitasnya sebagai komentator menjadi dipertanyakan setelah Cizeron secara terbuka membantah sejumlah pernyataan dalam buku berjudul “So as Not to Disappear”, yang dirilis pekan ini.
Cizeron bahkan meminta kuasa hukumnya untuk melayangkan somasi resmi agar penghentian “penyebaran pernyataan yang dianggap mencemarkan nama baiknya”.
“Sejauh yang saya tahu, setelah Guillaume mengajukan somasi dan hal itu dipublikasikan, NBC menilai persepsi terhadap netralitas saya terganggu dan saya tidak bisa lagi mengomentari Olimpiade,” kata Papadakis.
Ia mengaku terpukul secara emosional dengan keputusan tersebut. “Saya banyak menangis. Saya sangat kecewa karena saya baru saja memulai karier baru sebagai komentator.”
Papadakis, yang pensiun dari dunia kompetisi pada Desember 2024, menyebut kehilangan kesempatan tersebut sebagai sesuatu yang sangat sulit diterima.
Meski memahami posisi NBC, ia mengaku merasakan ketidakadilan. “Kehilangan peluang untuk membangun karier baru adalah hal yang sangat berat,” ujarnya.
Dalam bukunya, Gabriella Papadakis menggambarkan hubungan profesionalnya dengan Cizeron sebagai relasi yang tidak seimbang.
Ia menulis bahwa dirinya kerap merasa tertekan, menyebut Cizeron sebagai sosok yang “mengontrol” dan “menuntut”, bahkan mengaku pernah merasa takut berada berdua dengannya.
Menurut Papadakis, hubungan mereka berjalan relatif baik selama ia berada di posisi pendukung, namun mulai memburuk ketika ia ingin menjadi setara.
Papadakis dan Cizeron merupakan salah satu pasangan ice dance tersukses sepanjang sejarah, dengan torehan emas Olimpiade Beijing 2022, perak Olimpiade, lima gelar juara dunia, lima gelar Eropa, serta dua gelar Grand Prix Final.
Cizeron, yang akan kembali tampil di Olimpiade Milan-Cortina Februari mendatang bersama pasangan barunya Laurence Fournier Beaudry, membantah keras isi buku tersebut.
Ia menyebut tudingan Papadakis sebagai tidak benar dan menegaskan bahwa ia selalu menunjukkan rasa hormat dalam hubungan kerja mereka.
Gabriella Papadakis membantah tuduhan bahwa perilisan bukunya sengaja disesuaikan dengan momen kembalinya Cizeron ke panggung Olimpiade.
Ia menegaskan tanggal penerbitan telah ditetapkan jauh sebelum pengumuman tersebut, seraya menutup dengan pernyataan bahwa ia hanya ingin menceritakan pengalamannya sendiri secara jujur.