Ilia Malinin dan Quad Axel: Lompatan Mustahil yang Kini Jadi Kenyataan
Ilia Malinin turut membantu Amerika Serikat meraih medali emas nomor beregu, bahkan tanpa menampilkan quad axel. (Foto: AP)
Pada Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, Ilia Malinin masih menjadi penonton yang terpukau ketika legenda Jepang Yuzuru Hanyu mencoba melakukan lompatan quadruple axel — salah satu gerakan paling sulit dalam sejarah figure skating.
Meski Hanyu gagal mendarat dengan sempurna, momen itu justru memicu ambisi besar dalam diri Malinin.
Remaja Amerika Serikat itu yakin lompatan tersebut bukan sesuatu yang mustahil.
Dengan julukan “Quad God,” Malinin mulai merancang rencana latihan bersama timnya untuk mewujudkan impian tersebut.
Hanya tujuh bulan kemudian, pada 2022, ia berhasil mendaratkan quad axel dengan bersih dalam latihan, lalu mencatatkan sejarah dengan melakukannya di kompetisi resmi pada September tahun yang sama.
Empat tahun berselang, Malinin telah menjelma menjadi bintang terbesar figure skating dunia. Ia mengoleksi dua gelar juara dunia dan tidak terkalahkan sejak 2023.
Pada Olimpiade Milan–Cortina 2026, Ilia Malinin turut membantu Amerika Serikat meraih medali emas nomor beregu, bahkan tanpa menampilkan quad axel.
Lompatan axel memang dikenal sebagai yang paling sulit di antara enam jenis lompatan figure skating.
Tidak seperti lompatan lain, axel dilakukan dengan awalan menghadap ke depan, sehingga membutuhkan tambahan setengah putaran di udara.
Untuk quad axel, seorang atlet harus menyelesaikan empat setengah rotasi sebelum mendarat — kombinasi yang menuntut kekuatan, tinggi lompatan, keseimbangan, dan presisi luar biasa.
Menurut peraih emas Olimpiade 1988 Brian Boitano, keberhasilan Malinin berasal dari kombinasi teknik sempurna dan kemampuan fisik yang ideal.
Malinin mampu melompat tinggi sekaligus memutar tubuh dengan sangat cepat, sehingga masih memiliki ruang sebelum menyentuh es saat mendarat.
Faktor fisik juga berperan penting. Dengan tinggi sekitar 175 cm dan tubuh relatif ringan, Malinin dianggap memiliki proporsi tubuh yang sangat cocok untuk figure skating modern.
Selain itu, latar belakang keluarganya sebagai anak dari dua mantan atlet Olimpiade membuatnya akrab dengan olahraga ini sejak kecil.
Kini, Ilia Malinin menjadi favorit utama meraih emas nomor tunggal putra di Milan.
Namun baginya, keberhasilan bukan hanya soal medali, melainkan menampilkan performa terbaik dan terus mendorong batas kemampuan manusia di atas es — bahkan mungkin dengan lompatan quintuple di masa depan.
Artikel Tag: Olimpiade Musim Dingin, Milano Cortina 2026