Israel Adesanya Hadapi Joe Pyfer di Seattle, Tegaskan Dirinya Belum Pensiun
Israel Adesanya kembali bertarung setelah absen selama 13 bulan dengan menghadapi Joe Pyfer dalam laga utama UFC Fight Night di Seattle, Sabtu (28/3). (Foto: Fight TV)
Mantan juara kelas menengah UFC, Israel Adesanya, menegaskan bahwa dirinya belum memasuki babak akhir karier meski sempat menjalani jeda panjang dari oktagon.
Petarung asal Selandia Baru itu mengaku tetap termotivasi untuk melanjutkan kariernya di level tertinggi.
Israel Adesanya dijadwalkan kembali bertarung setelah absen selama 13 bulan dengan menghadapi Joe Pyfer dalam laga utama UFC Fight Night di Climate Pledge Arena, Seattle, Sabtu (28/3) waktu setempat.
Pertarungan ini menjadi penampilan keduanya secara beruntun di ajang non-pay-per-view setelah sebelumnya rutin tampil dalam laga utama.
Meski level ajang dianggap lebih rendah dibandingkan pay-per-view, Adesanya menegaskan hal tersebut tidak memengaruhi motivasinya. Ia bahkan mengaku menikmati suasana fight night yang dinilai lebih santai.
“Lampunya tetap sama terang. Saya justru menikmati suasana seperti ini,” ujar Adesanya.
Selama masa vakum, petarung berusia 36 tahun itu tetap aktif di dunia MMA dengan membantu rekan-rekannya berlatih di City Kickboxing, Auckland.
Ia juga memanfaatkan waktu untuk mengeksplorasi minat lain di luar olahraga, termasuk menjadi DJ dan menggelar festival musik.
Israel Adesanya mengungkapkan bahwa aktivitas tersebut menjadi cara baginya untuk mengekspresikan diri di luar pertarungan.
Ia bahkan meluncurkan festival bertajuk Afro Soul yang menghadirkan sejumlah musisi ternama dan berencana menggelarnya kembali tahun ini.
Meski demikian, hasrat untuk bertarung disebut masih kuat. Adesanya menolak anggapan bahwa dirinya telah kehilangan fokus atau mendekati masa pensiun.
“Saya mungkin sudah berada di fase akhir karier, tapi ini jelas bukan bab terakhir,” katanya.
Adesanya juga menegaskan bahwa jeda panjang yang diambilnya bukan karena penurunan performa, melainkan kebutuhan untuk memulihkan kondisi fisik dan mental setelah menjalani jadwal pertarungan yang padat.
Ia sebelumnya sempat merebut kembali gelar juara dari Alex Pereira, namun kemudian mengalami tiga kekalahan beruntun dari Sean Strickland, Dricus Du Plessis, dan Nassourdine Imavov.
Menurutnya, periode istirahat tersebut menjadi momen penting untuk membangun kembali kondisi tubuhnya agar lebih siap menghadapi persaingan.
“Saya hanya perlu memberi waktu tubuh dan pikiran untuk pulih, lalu membangunnya kembali,” ujar Adesanya.
Dalam laga melawan Pyfer, Israel Adesanya menghadapi lawan dengan peringkat lebih rendah dibandingkan beberapa rival sebelumnya.
Meski demikian, ia tetap menilai Pyfer sebagai lawan berbahaya.
Adesanya menegaskan fokus utamanya adalah meraih kemenangan dan menampilkan performa terbaik.
Ia juga mengakui kerinduannya untuk kembali merasakan kemenangan setelah rentetan hasil negatif.
“Saya rindu menang. Saya tidak membutuhkannya, tapi saya menginginkannya,” kata Adesanya.
Hasil laga ini diperkirakan akan berpengaruh besar terhadap arah karier Adesanya ke depan.
Kemenangan dapat membuka peluang kembali bersaing memperebutkan gelar, sementara kekalahan berpotensi memperbesar spekulasi terkait masa depannya di UFC.
Untuk saat ini, Adesanya memilih fokus penuh pada pertarungan melawan Pyfer sebagai langkah awal kebangkitannya.
Artikel Tag: UFC, Israel Adesanya