Kokomo Murase Rebut Medali Emas Nomor Big Air Putri di Olimpiade 2026
Kokomo Murase tampil impresif dengan total nilai 179,00 poin untuk memboyong emas pertamanya sepanjang keikutsertaannya di Olimpiade Musim Dingin. (Foto: AP)
Atlet snowboard Jepang, Kokomo Murase, meraih medali emas nomor snowboard big air putri pada Olimpiade Musim Dingin Milan–Cortina 2026 di Livigno, Italia, Senin (9/2).
Murase tampil impresif dengan total nilai 179,00 poin, mengungguli Zoi Sadowski-Synnott dari Selandia Baru yang meraih perak dan Yu Seung-eun dari Korea Selatan yang membawa pulang perunggu.
Kemenangan ini menjadi peningkatan prestasi bagi Kokomo Murase setelah sebelumnya meraih medali perunggu pada Olimpiade Beijing 2022.
Ia memastikan gelar juara setelah sukses mendaratkan lompatan pada percobaan ketiga di final.
Kokomo Murase mengaku emosinya langsung meluap setelah memastikan diri naik podium.
Ia menilai kepercayaan diri untuk menyerang sejak awal lomba menjadi kunci keberhasilannya kali ini.
Final big air putri di Livigno menunjukkan perkembangan pesat cabang snowboard, terutama dengan semakin banyaknya atlet yang mampu melakukan trik berteknologi tinggi seperti triple-cork 1440 — tiga salto di udara dengan rotasi tambahan.
Tiga peraih medali berhasil menampilkan lompatan tersebut, menandai kemajuan signifikan dibandingkan Olimpiade sebelumnya.
Kompetisi ini juga menjadi momen simbolis bagi Anna Gasser dari Austria, juara bertahan dua edisi Olimpiade sebelumnya.
Atlet berusia 34 tahun itu finis di posisi kedelapan setelah gagal mendaratkan lompatan andalannya.
Meski tanpa medali, Gasser tetap mendapat penghormatan dari para atlet muda yang mengakui perannya dalam mendorong perkembangan snowboard putri selama lebih dari satu dekade.
Dominasi Jepang di nomor big air semakin terlihat pada Olimpiade kali ini.
Setelah atlet putra Jepang meraih dua medali beberapa hari sebelumnya, kemenangan Murase menambah koleksi medali negara tersebut di cabang snowboard.
Sementara itu, atlet China Zhang Xiaonan menempati posisi kelima pada debut Olimpiadenya, menyamai pencapaian terbaik negaranya di nomor ini.
Atlet berusia 19 tahun itu berhasil mendaratkan double cork 1260 pada percobaan terakhirnya, sebuah pencapaian penting yang meningkatkan kepercayaan dirinya untuk kompetisi mendatang.
Snowboard big air sendiri merupakan nomor yang relatif baru di Olimpiade, pertama kali dipertandingkan pada Olimpiade Musim Dingin PyeongChang 2018.
Sejak saat itu, tingkat kesulitan trik dan kualitas kompetisi terus meningkat, menandai era baru dalam olahraga snowboard dunia.
Artikel Tag: Olimpiade Musim Dingin, Milano Cortina 2026