Manajer Alex Cora Dipecat Boston Red Sox, Tim Lakukan Perombakan Besar
Alex Cora dipecat saat tim mengalami krisis performa dengan rekor 10-17, terutama dalam lini serang dan rotasi pitcher. (Foto: AP)
Boston Red Sox mengambil keputusan mengejutkan dengan memecat manajer Alex Cora beserta lima anggota staf pelatih pada Sabtu (25/4) waktu setempat.
Pemecatan ini terjadi di tengah performa buruk tim yang terpuruk di dasar klasemen American League East.
Selain Alex Cora, klub juga memberhentikan bench coach Ramón Vázquez, pelatih pukulan Peter Fatse, pelatih base ketiga Kyle Hudson, asisten pelatih pukulan Dillon Lawson, serta pelatih strategi pukulan Joe Cronin.
Sementara itu, Jason Varitek yang telah lama bersama organisasi dialihkan ke peran baru.
Sebagai pengganti sementara, Red Sox menunjuk Chad Tracy sebagai manajer interim. Tracy sebelumnya menangani tim Triple-A Worcester sejak 2022.
Ia akan mengambil alih tim dengan catatan 10-17 yang tengah mengalami krisis performa, terutama dalam lini serang dan rotasi pitcher.
Manajemen juga menunjuk Chad Epperson sebagai pelatih base ketiga interim, sementara Collin Hetzler masuk sebagai pelatih pukulan.
Pemilik tim, John Henry, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Cora selama menangani tim, terutama saat membawa Red Sox meraih gelar World Series 2018 dengan 108 kemenangan musim reguler.
“Alex Cora telah memimpin organisasi ini menuju salah satu musim terbaik dalam sejarah klub,” ujar Henry dalam pernyataan resmi.
“Keputusan ini tidak mudah, terutama mengingat dampak besar yang ia berikan bagi tim dan kota ini.”
Alex Cora, 50 tahun, masih berada dalam tahun kedua dari kontrak tiga tahun senilai 21,75 juta dolar AS yang ditandatanganinya pada Juli 2024.
Kontrak tersebut seharusnya berakhir setelah musim 2027.
Pelatih asal Puerto Rico itu pertama kali direkrut pada 2018 setelah sebelumnya menjadi bench coach di Houston Astros.
Ia langsung membawa Red Sox menjadi juara World Series pada musim debutnya.
Namun, perjalanan Cora bersama Boston juga diwarnai kontroversi.
Ia mengundurkan diri pada 2019 setelah terseret dalam skandal pencurian tanda saat bersama Astros pada 2017, yang kemudian membuatnya diskors selama musim 2020.
Red Sox kembali merekrutnya setelah masa hukuman berakhir.
Di bawah kepemimpinannya, Boston sempat mencapai AL Championship Series pada 2021 dan kembali ke postseason pada 2025, meski tersingkir oleh New York Yankees di babak Wild Card.
Musim ini, Red Sox mengalami penurunan tajam. Hingga saat ini, mereka berada di posisi terbawah dalam beberapa kategori ofensif utama, termasuk jumlah home run, slugging percentage, dan efisiensi serangan.
Sementara itu, rotasi pitcher yang diharapkan menjadi kekuatan justru tampil di bawah ekspektasi.
Dengan perubahan besar ini, manajemen berharap dapat membalikkan tren negatif dan memperbaiki performa tim di sisa musim.Artikel Tag: mlb