Kanal

Marek Kubacka Berlaga di Paralimpiade Musim Dingin dengan Panduan Suara

Penulis: Hanif Rusli
13 Mar 2026, 04:09 WIB

Marek Kubacka (kiri) beraksi bersama pemandunya, Maria Zatovicova. (Foto: AP)

Atlet Slovakia Marek Kubacka menjadi satu-satunya atlet ski alpine tunanetra total yang berlaga pada Paralimpiade Musim Dingin di Milan-Cortina 2026.

Dalam ajang Paralimpiade Musim Dingin keenam sepanjang kariernya itu, ia kembali didampingi pemandu sekaligus sahabatnya, Maria Zatovicova.

Marek Kubacka turun di nomor para alpine skiing kelas tunanetra dan mengandalkan instruksi suara dari Zatovicova untuk menuruni lintasan dengan kecepatan tinggi.

Atlet berusia 37 tahun tersebut menyebut olahraga ski sebagai bagian penting dari hidupnya.

“Bagi saya, hidup adalah pergerakan. Salah satu cara saya bergerak dalam hidup adalah melalui ski,” ujar Kubacka.

Marek Kubacka pertama kali tampil di Paralimpiade pada Paralimpiade Musim Dingin Torino 2006.

Ia kehilangan penglihatan saat berusia sembilan tahun setelah kaleng semprot meledak di wajahnya.

Meski demikian, kurang dari setahun kemudian ia kembali menggunakan ski dan melanjutkan kecintaannya pada olahraga tersebut.

Kemitraannya dengan Zatovicova dimulai menjelang Paralimpiade Musim Dingin PyeongChang 2018 dan terus berlanjut hingga Paralimpiade Musim Dingin Beijing 2022 serta Milano Cortina 2026.

Menurut Zatovicova, hubungan mereka terbangun dari rasa saling percaya yang kuat. “Dia sangat percaya kepada saya. Bahkan dia pernah mengatakan tidak ingin ski dengan pemandu lain,” kata Zatovicova.

Dalam perlombaan, Zatovicova menggunakan perangkat pengeras suara di punggungnya agar instruksi dapat terdengar jelas oleh Kubacka di belakangnya.

Metode ini membantu mereka menjaga jarak aman sekaligus memastikan komunikasi tetap terjaga selama meluncur di lintasan.

Marek Kubacka dikenal lebih mengandalkan nomor giant slalom dalam kariernya.

Prestasi terbaiknya datang saat meraih gelar juara dunia pada Kejuaraan Dunia Para Alpine Skiing 2019 di nomor tersebut.

Pada Paralimpiade sebelumnya di Beijing 2022, Kubacka dan Zatovicova hampir meraih medali setelah finis di posisi keempat pada nomor giant slalom.

Mereka juga mencatatkan posisi kelima pada nomor yang sama di PyeongChang 2018.

Di luar lintasan, keduanya memiliki hubungan yang akrab sebagai sahabat.

Mereka sering menghabiskan waktu bersama di luar latihan, termasuk menikmati kopi khas Italia selama berada di Milano Cortina.

Zatovicova mengatakan mereka sengaja membicarakan hal-hal ringan di luar perlombaan untuk menjaga suasana tetap santai.

“Kami lebih sering berbicara tentang kehidupan sehari-hari daripada lomba agar dia tidak merasa tertekan,” ujarnya.

Paralimpiade Milano Cortina 2026 juga menjadi momen spesial bagi Zatovicova karena untuk pertama kalinya orang tuanya dapat menyaksikan langsung penampilannya di ajang Paralimpiade.

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru