☰
Kanal
✕

Nasser Al-Attiyah Padukan Gelar Reli Dakar dan Emas Menembak Asian Games

Penulis: Hanif Rusli
24 Sep 2026, 19:46 WIB

Nasser Al-Attiyah kini mengoleksi tiga emas Asian Games dan enam medali menembak dari ajang tersebut (inset: Merayakan kemenangan di Reli Dakar pada Januari). (Foto: AP)

Nasser Al-Attiyah menambah satu gelar lagi dalam karier olahraganya yang panjang setelah membantu Qatar meraih emas beregu skeet putra pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Rabu (23/9).

Juara enam kali Dakar Rally itu kini mengoleksi tiga emas Asian Games dan enam medali menembak dari ajang tersebut.

Prestasi terbaru diraih 32 tahun setelah Al-Attiyah menjalani debut Asian Games di Hiroshima pada 1994.

“Memulai dari Asian Games Hiroshima dan kembali ke sini, lalu hari ini tim kami memenangkan dua medali emas, benar-benar luar biasa,” kata Nasser Al-Attiyah.

Atlet berusia 55 tahun itu hanya memiliki waktu sekitar dua bulan untuk mempersiapkan diri menuju Asian Games karena kesibukannya di reli.

Namun, ia mampu mengenai 120 dari 125 target pada babak kualifikasi, salah satu dari tiga skor tertinggi hari itu.

Al-Attiyah lolos ke final individu dengan posisi ketiga, tetapi akhirnya finis kelima. Ia tetap menilai penampilannya sangat baik.

“Penampilan saya benar-benar sangat bagus dan kuat. Saya mencatat skor yang sangat tinggi, salah satu yang tertinggi di antara para peserta,” ujarnya.

“Motorsport sangat penting bagi saya, tetapi ketika menghadapi Asian Games atau Olimpiade, saya memberikan semuanya dan berusaha meraih hasil terbaik.”

Nasser Al-Attiyah tampil pertama kali di Asian Games Hiroshima 1994 dan menempati posisi ke-17 pada skeet putra.

Ia kemudian meraih emas beregu di Busan 2002 dan Guangzhou 2010, sebelum membawa pulang perak beregu dan perunggu individu di Hangzhou 2023.

Karier internasionalnya di menembak bahkan dimulai lebih awal. Al-Attiyah menekuni olahraga tersebut sejak 1993 dan lolos ke Olimpiade Atlanta 1996.

Ia kemudian tampil dalam enam Olimpiade secara beruntun.

Ia finis keenam di Sydney 2000 dan keempat di Athena 2004 sebelum akhirnya meraih medali Olimpiade di London 2012.

Saat berusia 41 tahun, Al-Attiyah memenangkan perunggu skeet putra.

Di luar lapangan menembak, ia dikenal sebagai salah satu pembalap reli terkemuka.

Nasser Al-Attiyah menjalani debut Dakar Rally pada 2004 dan hampir menjadi juara pada 2010 sebelum merebut kemenangan pertamanya di kelas mobil setahun kemudian.

Pada Januari lalu, ia meraih gelar Dakar keenam setelah mempertahankan posisi teratas klasemen keseluruhan sepanjang empat hari terakhir dari reli yang berlangsung 13 hari.

Menurut Al-Attiyah, menembak dan reli memiliki tuntutan berbeda, tetapi keduanya saling mendukung.

“Keduanya bekerja bersama. Menembak sangat membantu saya dalam reli, dan reli juga membantu saya dalam menembak, terutama membuat mental saya lebih kuat. Saya menyukai kedua olahraga tersebut,” katanya.

Menghadapi atlet yang jauh lebih muda, Al-Attiyah mengandalkan pengalaman. “Saya masih kuat. Keuntungan saya adalah pengalaman,” ujarnya.

Setelah terakhir tampil di Olimpiade Rio 2016, Al-Attiyah kini membidik penampilan ketujuh di Los Angeles 2028. Kejuaraan Dunia yang akan berlangsung di Qatar menjadi salah satu kesempatan baginya untuk merebut tiket.

Jika lolos, perjalanan Olimpiadenya akan membentang selama 32 tahun, dari Atlanta 1996 hingga Los Angeles 2028.

Artikel Tag: Asian Games, Nasser Al-Attiyah, Reli Dakar

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru