New York dan Lake Placid Kaji Tuan Rumah Olimpiade Musim Dingin
Meski belum menyebutkan edisi Olimpiade yang menjadi target, peluang paling realistis diperkirakan adalah Olimpiade Musim Dingin 2042. (Foto: AP)
Pemerintah Negara Bagian New York mulai mempertimbangkan peluang menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin pada masa mendatang.
Mereka membentuk komite eksplorasi yang akan mengkaji kemungkinan pengajuan bid bersama antara Lake Placid dan New York City.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh kantor Gubernur Kathy Hochul pada Senin (22/6) waktu setempat.
Dalam rencana awal, New York akan mengusung konsep penyelenggaraan di dua kota, serupa dengan format yang diterapkan Milan dan Cortina saat menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2026 di Italia.
Meski belum menyebutkan edisi Olimpiade yang menjadi target, peluang paling realistis diperkirakan adalah Olimpiade Musim Dingin 2042.
Hal itu karena penyelenggaraan edisi 2034 telah diberikan kepada Salt Lake City di Amerika Serikat, sementara Swiss saat ini menjadi kandidat pilihan untuk menjadi tuan rumah pada 2038.
Gubernur Hochul menyatakan sudah saatnya api Olimpiade kembali menyala di New York. Menurutnya, negara bagian tersebut memiliki sejarah panjang dalam penyelenggaraan ajang olahraga musim dingin dan layak kembali menjadi tuan rumah di masa depan.
Lake Placid merupakan salah satu kota bersejarah dalam Olimpiade Musim Dingin. Kota tersebut pernah menjadi tuan rumah pada 1932 dan 1980.
Edisi 1980 dikenang sebagai lokasi terjadinya "Miracle on Ice", ketika tim hoki es putra Amerika Serikat yang tidak diunggulkan berhasil mengalahkan Uni Soviet dalam salah satu pertandingan paling ikonik dalam sejarah Olimpiade.
Selain memiliki warisan sejarah, Lake Placid juga sempat dipertimbangkan sebagai lokasi cadangan untuk cabang olahraga sliding pada Olimpiade Musim Dingin 2026.
Saat itu, arena di Cortina mengalami keterlambatan pembangunan sehingga penyelenggara menyiapkan alternatif apabila venue utama tidak selesai tepat waktu.
Komite eksplorasi yang baru dibentuk diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk menyelesaikan kajiannya.
Pemerintah menegaskan pembentukan komite tersebut belum berarti New York secara resmi mengajukan pencalonan kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC), melainkan baru sebatas menilai kelayakan dan potensi penyelenggaraan.
Komite itu akan dipimpin oleh Ashley Walden, Presiden sekaligus Chief Executive Officer Olympic Regional Development Authority.
Di bawah kepemimpinannya, tim akan mengevaluasi berbagai aspek, mulai dari kesiapan infrastruktur, dukungan masyarakat, hingga potensi manfaat ekonomi apabila New York benar-benar mengajukan pencalonan.
Optimisme terhadap peluang Lake Placid juga didukung hasil penelitian terbaru mengenai perubahan iklim.
Studi tersebut menyebut kota itu termasuk sedikit bekas tuan rumah Olimpiade Musim Dingin yang diperkirakan masih memiliki kondisi cuaca cukup andal untuk menggelar ajang tersebut hingga tahun 2050.
Sementara proses kajian di New York berlangsung, agenda Olimpiade Musim Dingin berikutnya telah ditetapkan.
Edisi 2030 akan digelar di Pegunungan Alpen Prancis, sedangkan persaingan untuk menjadi tuan rumah edisi-edisi selanjutnya masih akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.
Artikel Tag: olimpiade, IOC, Olimpiade Musim Dingin