Kanal

Noah Lyles Tetap Puas Meski Kalah Tipis di Lomba Lari 300 Meter di Boston

Penulis: Hanif Rusli
26 Jan 2026, 20:51 WIB

Noah Lyles (kanan) hanya terpaut 0,01 detik dengan sang pemenang Jereem Richards. (Foto: AP)

Meski harus menerima kekalahan tipis di nomor 300 meter, Noah Lyles tetap menunjukkan sikap positif dan optimistis usai tampil di ajang New Balance Indoor Grand Prix, Boston, Sabtu (24/1).

Sprinter andalan Amerika Serikat itu hanya terpaut 0,01 detik dari pelari Trinidad & Tobago, Jereem Richards, dalam finis yang sangat ketat dan dramatis.

Noah Lyles, yang merupakan juara Olimpiade 100 meter dan juara dunia 200 meter, mencatat waktu 32,15 detik. Namun, Richards tampil sedikit lebih cepat dengan torehan 32,14 detik.

Meski kalah, Lyles menilai penampilannya tetap memuaskan, mengingat nomor 300 meter bukan jarak utama yang biasa ia jalani di musim indoor.

Biasanya fokus pada nomor 60 meter saat musim dalam ruangan, Lyles justru memilih tantangan berbeda dengan turun di 300 meter.

Keputusan itu ia ambil sebagai bagian dari eksplorasi performa dan pengembangan diri di awal musim.

Kekalahan tipis tersebut pun tidak dianggap sebagai kemunduran, melainkan bagian dari proses.

“Secara keseluruhan, ini masuk tiga besar waktu tercepat 300 meter saya. Jadi saya tetap senang,” ujar Noah Lyles seusai lomba.

Ia mengakui tidak pernah datang ke lintasan dengan niat kalah, tetapi tetap memberi respek tinggi kepada lawannya.

Menurutnya, jika seseorang mampu mengalahkannya, berarti atlet tersebut tampil dengan sepenuh hati dan kualitas juara. “Dan itulah sebenarnya tujuan musim ini,” tambahnya.

Laga ini menjadi penampilan kedua Lyles di nomor 300 meter musim ini, setelah sebelumnya menjajal jarak yang sama di Jimmy Carnes Invitational di Gainesville, Florida, sepekan sebelumnya.

Bahkan, tahun lalu ia sempat menguji kemampuannya di nomor 400 meter pada Tom Jones Invitational, meski hanya finis di posisi kelima.

Hal ini menunjukkan keinginannya untuk terus memperluas kapasitas dan daya saingnya.

Kekalahan tipis ini datang setelah musim 2025 yang luar biasa bagi Noah Lyles.

Ia bangkit dari hasil yang kurang memuaskan di Olimpiade Paris 2024 dengan mendominasi berbagai ajang besar, termasuk Kejuaraan Nasional AS di Eugene.

Puncaknya, Lyles merebut gelar Diamond League pertamanya sejak 2022 dengan mengalahkan juara Olimpiade Letsile Tebogo di final 200 meter.

Dengan pendekatan yang lebih eksperimental dan mentalitas terbuka, Noah Lyles menunjukkan bahwa bagi dirinya, kemenangan bukan satu-satunya tolok ukur.

Konsistensi, tantangan, dan kualitas persaingan justru menjadi fondasi utama dalam membangun musim yang lebih besar ke depan.

Artikel Tag: Noah Lyles, Amerika Serikat, Trinidad Tobago, olimpiade

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru