Panitia Paralimpiade Musim Dingin Milan-Cortina Jawab Tuduhan Ukraina
Pihak Ukraina menyebut mereka diperlakukan tidak hormat dalam beberapa insiden selama berlangsungnya Paralimpiade Musim Dingin di Milan-Cortina. (Foto: AP)
Penyelenggara lokal Paralimpiade Musim Dingin 2026 di Milan–Cortina, Italia, membela langkah mereka setelah Komite Paralimpiade Ukraina menuding adanya “tekanan sistematis” terhadap atlet dan pelatih Ukraina selama ajang tersebut.
Komite penyelenggara Milan Cortina pada Kamis (12/3) menyatakan telah meninjau berbagai isu yang disampaikan Ukraina dan memberikan penjelasan terkait keputusan yang diambil selama kompetisi.
Sebelumnya, pihak Ukraina menyebut mereka diperlakukan tidak hormat dalam beberapa insiden.
Salah satunya adalah ketika mereka diminta mencopot bendera nasional Ukraina yang dipasang di area desa atlet. Selain itu, mereka juga mengaku harus menghentikan beberapa rapat perencanaan tim.
Ukraina juga menyoroti kasus seorang atletnya yang tidak diizinkan mengenakan anting bertuliskan “Stop War” saat upacara podium.
Menanggapi hal tersebut, panitia lokal menjelaskan bahwa permintaan untuk menurunkan bendera dilakukan karena aturan desa atlet menyebut bendera nasional hanya boleh dipasang di area hunian yang ditempati masing-masing kontingen.
Panitia menambahkan bahwa kontingen Ukraina tetap memiliki akses untuk memesan ruangan khusus di desa atlet untuk mengadakan pertemuan tim.
“Kami bekerja sama dengan semua tim untuk memfasilitasi pertemuan dengan berbagai ukuran,” demikian pernyataan komite penyelenggara.
Sementara itu, pejabat komunikasi dan merek dari Komite Paralimpiade International (IPC), Craig Spence, sebelumnya menyatakan bahwa larangan penggunaan anting bertuliskan “Stop War” dilakukan karena aturan resmi ajang melarang pesan politik saat upacara podium.
Panitia juga mengungkapkan insiden lain di arena Para cross-country ketika lima penonton mencoba masuk dengan mengenakan syal berwarna bendera Ukraina yang memiliki tulisan tertentu.
Karena petugas keamanan tidak dapat memastikan arti tulisan tersebut dan dikhawatirkan mengandung pesan politik, para penonton diminta masuk tanpa mengenakan syal tersebut. Barang itu kemudian dikembalikan setelah mereka keluar dari arena.
Penyelenggara menegaskan bahwa semua aturan diterapkan secara setara kepada seluruh delegasi dan bertujuan menjaga suasana kompetisi tetap saling menghormati.
“Penyelenggara dan IPC berkomitmen menyediakan lingkungan yang ramah dan penuh rasa hormat bagi semua pihak, termasuk atlet dan penonton,” kata panitia dalam pernyataannya.
Kontroversi ini muncul di tengah ketegangan seputar kehadiran atlet Rusia yang kembali diizinkan tampil di bawah bendera nasional mereka setelah bertahun-tahun hanya bertanding sebagai atlet netral.
Beberapa negara, termasuk Ukraina, sebelumnya juga memboikot upacara pembukaan Paralimpiade karena keputusan tersebut.
Artikel Tag: paralimpiade