Penyelenggaraan Ajang UFC Freedom 250 Digugat di Pengadilan Federal
Penggugat menyatakan bahwa pembangunan sejumlah fasilitas untuk UFC Freedom 250 seharusnya memerlukan persetujuan Kongres karena berdiri di atas lahan federal. (Foto: AP)
Penyelenggaraan UFC Freedom 250 yang dijadwalkan berlangsung di halaman selatan Gedung Putih pada 14 Juni mendatang menghadapi tantangan hukum.
Ini terjadi setelah sebuah organisasi antikorupsi mengajukan gugatan federal untuk menghentikan acara tersebut.
Gugatan yang diajukan Public Integrity Project ke Pengadilan Distrik Columbia pada Sabtu (6/6) malam menuduh Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat dan National Park Service melanggar hukum federal dengan mengizinkan penyelenggaraan ajang olahraga swasta di lahan publik.
Organisasi tersebut juga mengajukan permohonan darurat pada Minggu (7/6) pagi untuk mendapatkan perintah penghentian sementara terhadap acara tersebut.
Dalam dokumen gugatan, penggugat menyatakan bahwa pembangunan sejumlah fasilitas untuk UFC Freedom 250, termasuk struktur arena yang dikenal sebagai “claw”, seharusnya memerlukan persetujuan Kongres karena berdiri di atas lahan federal.
Selain itu, mereka menilai proyek tersebut wajib melalui kajian lingkungan sebelum pelaksanaan karena berpotensi memengaruhi kawasan publik secara signifikan.
“Kami menilai ini merupakan penyalahgunaan mendalam terhadap monumen dan kawasan nasional untuk keuntungan pihak swasta,” kata pengacara utama Public Integrity Project, Brendan Ballou.
Ballou memperkirakan pengadilan akan mengeluarkan keputusan terkait permohonan darurat tersebut dalam pekan ini.
Menurutnya, gugatan tidak ditujukan kepada olahraga seni bela diri campuran (MMA), melainkan terhadap proses penyelenggaraan yang dianggap melanggar aturan.
Pihak pemerintahan Presiden Donald Trump menolak tuduhan tersebut.
Dalam pernyataan yang dikirimkan kepada media, seorang pejabat pemerintahan menyebut gugatan itu tidak berdasar dan hanya bertujuan menghambat pelaksanaan salah satu acara olahraga terbesar dalam rangka peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat.
Menurut pemerintah, acara UFC tersebut tidak berbeda dengan berbagai kegiatan lain yang rutin diselenggarakan di South Lawn Gedung Putih maupun kawasan National Mall sepanjang tahun dan telah mendapatkan izin yang diperlukan.
UFC Freedom 250 dijadwalkan menjadi bagian dari rangkaian acara yang berlangsung sepanjang akhir pekan.
Konferensi pers direncanakan digelar di depan Lincoln Memorial pada Jumat malam, sementara pertarungan utama akan berlangsung di Gedung Putih pada Minggu, bertepatan dengan ulang tahun ke-80 Presiden Trump.
Salah satu poin utama gugatan adalah klaim bahwa acara tersebut tidak memenuhi syarat sebagai bagian resmi dari perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.
Penggugat berpendapat bahwa UFC, bukan pemerintah federal, merupakan pihak yang mengorganisasi dan membiayai acara tersebut.
Sebelumnya, CEO UFC Dana White menyatakan organisasinya akan menanggung seluruh biaya penyelenggaraan yang diperkirakan mencapai 60 juta dolar AS.
Ia juga menegaskan bahwa acara tersebut dirancang untuk merayakan sejarah Amerika Serikat dan akan menampilkan narasi perjalanan bangsa sepanjang malam pertandingan.
Gugatan itu juga menyoroti potensi keuntungan komersial dari paket sponsor bernilai jutaan dolar serta kesepakatan siaran eksklusif yang dikaitkan dengan acara tersebut.
Hingga kini, belum ada keputusan pengadilan mengenai permohonan penghentian sementara.
Jika dikabulkan, putusan tersebut dapat mengancam pelaksanaan UFC Freedom 250 yang tinggal beberapa hari lagi sebelum digelar.
Artikel Tag: UFC, Gedung Putih