Kanal

PFL Kehilangan CEO John Martin Setelah Merger dengan MVP Milik Jake Paul

Penulis: Hanif Rusli
23 Sep 2026, 20:40 WIB

John Martin menyatakan dukungan kepada Nakisa Bidarian, manajer Jake Paul sekaligus mitra MVP, untuk memimpin organisasi yang rencananya akan berganti nama menjadi MVP MMA. (Foto: Fight TV)

John Martin mengundurkan diri sebagai CEO Professional Fighters League (PFL), hanya sekitar dua bulan setelah organisasi tersebut menyelesaikan merger dengan Most Valuable Promotions (MVP) milik Jake Paul.

Martin mengumumkan keputusannya pada Selasa (22/9). Ia juga menyatakan dukungan kepada Nakisa Bidarian, manajer Paul sekaligus mitra MVP, untuk memimpin organisasi yang rencananya akan berganti nama menjadi MVP MMA.

"Nakisa dan saya bekerja sama erat untuk menyatukan perusahaan-perusahaan ini, dan saya yakin dia adalah orang yang tepat untuk memimpin babak berikutnya," tulis Martin melalui akun Instagram-nya.

"Saya berterima kasih kepada seluruh tim dan Dewan Direksi atas kerja samanya. Saya akan terus mendukung MVP, baik sebagai mantan eksekutif maupun penggemar."

John Martin, mantan CEO Turner LLC dan chief financial officer Time Warner, menjabat CEO PFL sejak Juli 2025, menggantikan Peter Murray.

Saat mengambil posisi tersebut, Martin menyebut pekerjaannya di PFL sebagai "peran impian yang benar-benar saya inginkan".

Ia juga memiliki latar belakang seni bela diri. Martin merupakan pemegang sabuk hitam karate dan sabuk biru Brazilian jiu-jitsu.

PFL, yang menayangkan pertandingannya melalui ESPN, mengumumkan merger dengan MVP pada 30 Juli.

Organisasi tersebut menyatakan promosi gabungan itu diharapkan menggunakan nama MVP MMA mulai Januari mendatang.

MVP didirikan pada 2021 dan sejak itu berkembang menjadi salah satu promotor penting di dunia tinju, terutama dalam pertandingan kelas putri.

Promotor tersebut kemudian memperluas kiprahnya ke MMA pada Mei melalui pertarungan yang mempertemukan dua legenda yang telah lama pensiun, Ronda Rousey dan Gina Carano.

Pertandingan tersebut mendapat perhatian besar karena menjadi bagian dari ekspansi MVP ke olahraga MMA.

Netflix melaporkan pertarungan Rousey-Carano mencapai puncak hampir 17 juta penonton secara global dan 11,6 juta penonton di Amerika Serikat.

Jumlah penonton di AS tersebut menjadi rekor baru untuk tayangan MMA di negara itu.

Pengunduran diri John Martin terjadi ketika PFL dan MVP sedang mempersiapkan integrasi bisnis sekaligus transisi menuju identitas baru sebagai MVP MMA.

Dalam pernyataannya, Martin menegaskan keyakinannya terhadap arah organisasi di bawah kepemimpinan Bidarian.

Martin sebelumnya datang ke PFL setelah berkarier di sektor media dan hiburan.

Pengalamannya di Turner dan Time Warner menjadi bagian dari latar belakang bisnis yang dibawanya ketika ditunjuk memimpin PFL pada 2025.

Dengan kepergian John Martin, Bidarian kini mendapat dukungan terbuka dari mantan CEO tersebut untuk memimpin fase berikutnya setelah merger kedua perusahaan.

Artikel Tag: MVP

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru