Tampa Bay Rays Tetap Bangga meski Kalah dari Brewers di World Series
Tampa Bay Rays mencatat salah satu perjalanan paling mengejutkan dalam sejarah klub yang mencapai World Series untuk ketiga kalinya dalam 29 tahun. (Foto: AP)
Tampa Bay Rays mengakhiri perjalanan mereka di World Series 2026 dengan kekalahan dari Milwaukee Brewers, tetapi tetap bangga atas pencapaian tim yang melampaui ekspektasi sepanjang musim Major League Baseball (MLB).
Rays kalah 1-4 pada gim kelima di Tropicana Field, Rabu (28/10) malam waktu setempat, sehingga Brewers memastikan gelar juara pertama dalam sejarah klub.
Kekalahan tersebut mengakhiri perjalanan delapan bulan Rays, yang berhasil membukukan rekor 98 kemenangan pada musim reguler sebelum melaju hingga final.
"Saya benar-benar bangga. Saya bangga menjadi bagian dari kelompok ini," kata closer Rays Bryan Baker.
Tampa Bay memasuki musim 2026 setelah dua kali berturut-turut finis di posisi keempat Divisi Timur American League (AL).
Banyak prediksi menempatkan mereka di posisi kelima, terutama karena persaingan dengan klub beranggaran besar seperti New York Yankees, Boston Red Sox, dan Toronto Blue Jays.
Namun, Rays justru merebut rekor terbaik AL pada akhir Juni dan mempertahankannya hingga akhir musim reguler.
Mereka kemudian menyapu Yankees pada Seri Divisi AL sebelum menyingkirkan Cleveland Guardians dalam enam pertandingan di Seri Championship AL.
Keberhasilan tersebut ditopang rotasi starter yang kuat, bullpen yang solid, serta pendekatan ofensif yang mengandalkan kontak pukulan dan kecepatan.
Rays mencatat persentase kontak tertinggi sekaligus tingkat strikeout terendah di MLB. Mereka juga menjadi tim yang paling sering melakukan bunt dan menempati posisi kedua dalam jumlah pencurian base.
Dalam pertandingan penentuan, Tampa Bay Rays harus menyusun ulang strategi pelempar setelah Nick Martinez digunakan selama dua inning sebagai reliever pada gim keempat.
Drew Rasmussen akhirnya menjadi starter dengan waktu istirahat hanya tiga hari, untuk pertama kalinya dalam kariernya sebagai starter penuh.
Rasmussen membatasi Brewers hanya mencetak satu angka selama empat inning dengan 48 lemparan.
Namun, manajer Kevin Cash tetap menariknya sesuai batas yang telah ditetapkan, yakni empat inning atau 60 lemparan.
Keputusan itu diikuti tiga single beruntun yang diizinkan Kevin Kelly pada inning kelima. David Hamilton kemudian mencetak angka untuk menggandakan keunggulan Milwaukee.
Brewers menambah dua angka pada inning keenam dan mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan.
Rays sempat memperpanjang musim melalui kemenangan dramatis dalam 12 inning pada gim keempat.
Namun, mereka gagal menjadi tim pertama yang bangkit dari ketertinggalan 0-3 dalam sejarah World Series.
"Saya merasa mereka bermain sangat baik. Kami sudah memberikan yang terbaik, tetapi hasilnya tidak sesuai keinginan kami," kata pemain Rays Junior Caminero.
Manajer Kevin Cash mengaku kecewa, tetapi menilai kebersamaan tim sepanjang musim membantu mereka menghadapi kekalahan tersebut.
Martinez, yang berusia 36 tahun, turut berperan membangun kekompakan melalui tradisi makan malam bersama setiap kali tim bertandang ke kota lain.
Tampa Bay Rays menutup musim dengan total 106 kemenangan, termasuk playoff.
Meski gagal meraih gelar, mereka mencatat salah satu perjalanan paling mengejutkan dalam sejarah klub yang telah mencapai World Series untuk ketiga kalinya dalam 29 tahun.
"Mereka melakukan segalanya untuk memenangi World Series. Itu penampilan bisbol yang mengesankan," ujar Baker.
Artikel Tag: Milwaukee Brewers, World Series