WADA Pertimbangkan Larang Pejabat AS Hadiri Olimpiade Los Angeles 2028
Usulan pelarangan pejabat AS hadiri Olimpiade 2028 ini dijadwalkan dibahas dalam rapat komite eksekutif WADA pada Selasa pekan depan. (Foto: AP)
WADA sedang mempertimbangkan perubahan aturan yang berpotensi melarang Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta pejabat pemerintah AS menghadiri OlimpiadeLos Angeles 2028 jika sengketa pembayaran iuran tahunan tidak terselesaikan.
Usulan Badan Anti-Doping Dunia tersebut dijadwalkan dibahas dalam rapat komite eksekutif WADA pada Selasa pekan depan.
Langkah itu muncul setelah pemerintah Amerika Serikat selama beberapa tahun terakhir menolak membayar kontribusi tahunan kepada lembaga anti-doping global tersebut.
Penolakan pembayaran itu merupakan bagian dari protes bipartisan di Amerika Serikat terhadap cara WADA menangani sejumlah kasus doping internasional, termasuk kasus yang melibatkan perenang China di Olimpiade 2022.
Informasi mengenai rencana pembahasan aturan baru itu diketahui melalui korespondensi antara WADA dan sejumlah pejabat Eropa yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan di lembaga tersebut.
Dua sumber lain yang mengetahui agenda rapat juga mengonfirmasi keberadaan proposal tersebut.
Juru bicara WADA James Fitzgerald mengatakan diskusi mengenai langkah terhadap pemerintah yang menahan pembayaran iuran sebenarnya sudah berlangsung sejak 2020 dan tidak secara khusus ditujukan kepada Amerika Serikat.
Namun, Amerika Serikat memang telah menunggak pembayaran iuran sejak 2023.
Nilai kontribusi yang belum dibayarkan diperkirakan mencapai sekitar 3,7 juta dolar AS untuk tahun lalu, ditambah sekitar 3,6 juta dolar AS yang belum dibayarkan pada 2024.
Dalam rancangan proposal tersebut, WADA mengusulkan sistem sanksi bertingkat bagi negara yang tidak memenuhi kewajiban pembayaran.
Salah satu sanksi paling berat adalah melarang perwakilan pemerintah negara tersebut menghadiri ajang olahraga besar seperti kejuaraan dunia serta Olimpiade dan Paralimpiade.
Jika aturan tersebut diterapkan pada Amerika Serikat, maka sejumlah pejabat tinggi negara seperti Presiden Trump, Wakil Presiden J.D. Vance, serta anggota Kongres berpotensi terdampak.
Meski demikian, sejumlah pihak menilai penerapan aturan semacam itu kemungkinan besar bersifat simbolis.
Hal ini karena organisasi olahraga internasional dinilai memiliki keterbatasan untuk melarang kepala negara menghadiri acara yang berlangsung di wilayah negaranya sendiri.
Sengketa antara pemerintah Amerika Serikat dan WADA sendiri telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Selain menyoroti penanganan kasus doping, Washington juga mendesak agar WADA menjalani audit independen guna meningkatkan transparansi lembaga tersebut.
WADA menegaskan bahwa upaya tersebut bertujuan melindungi pendanaan lembaga agar dapat terus menjalankan misi menjaga olahraga bersih dari praktik doping.
Artikel Tag: WADA, olimpiade, los angeles 2028