O'Shaquie Foster Buktikan Kemampuan Lengkap saat Kalahkan Navarrete
O'Shaquie Foster (kanan) menjatuhkan Navarrete dua kali pada ronde ke-12 untuk merebut gelar The Ring, IBF, dan WBO, sekaligus mempertahankan sabuk WBC miliknya. (Foto: Fight TV)
O'Shaquie Foster membuktikan dirinya sebagai petinju dengan kemampuan lengkap setelah mengalahkan Emanuel Navarrete melalui keputusan angka mutlak dalam duel unifikasi gelar kelas bulu super di San Antonio, Texas, Sabtu lalu.
Foster menjatuhkan Navarrete dua kali pada ronde ke-12 untuk merebut gelar The Ring, IBF, dan WBO, sekaligus mempertahankan sabuk WBC miliknya.
O'Shaquie Foster, yang memiliki rekor 26 kemenangan dan tiga kekalahan dengan 12 kemenangan knockout (KO), tampil dominan menghadapi Navarrete (40-3-1, 33 KO).
Dia mengungguli lawannya dalam jumlah pukulan masuk, 157 berbanding 97, dan menutup pertarungan dengan dua knockdown melalui pukulan kanan saat berada dekat tali ring.
Ketiga juri memberikan kemenangan kepada Foster dengan skor 118-108, 118-108, dan 115-111.
Hasil tersebut menegaskan keunggulannya dalam pertarungan yang mempertemukan gaya teknis Foster dengan tekanan agresif khas Navarrete.
"Saya merasa ini penampilan yang hebat. Saya mengakhiri pertarungan dengan kuat. Banyak orang mengatakan saya tidak punya kekuatan dan tidak akan mampu menjauhkannya dari saya. Saya membuktikan bahwa saya petinju dengan kemampuan lengkap," kata Foster dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Petinju berjuluk "Ice Water" itu mengaku ingin mengubah pandangan orang-orang yang selama ini menilai kemampuannya hanya bertumpu pada jab dan pergerakan kaki.
Menurut dia, kemenangan atas Navarrete menunjukkan bahwa dirinya memiliki lebih banyak variasi serangan.
O'Shaquie Foster mengatakan sejak awal dia memahami bahwa Navarrete merupakan petinju yang sulit dibaca.
Karena itu, dia berusaha mengendalikan ritme pertarungan melalui pukulan balasan yang tepat waktu sambil memancing lawannya melancarkan serangan berlebihan.
Dia mulai menemukan pola dan ritme Navarrete sekitar ronde ketiga atau keempat. Setelah itu,
Foster semakin mampu meredam tekanan lawannya, meskipun mengakui bahwa dirinya masih bisa meningkatkan intensitas serangan pada ronde-ronde awal.
"Saya tahu saya mengendalikan pertarungan dan memenangkannya. Dia memang mendaratkan beberapa pukulan bagus. Dia petinju yang tidak biasa dan juara hebat, tetapi saya tahu saya melakukan lebih banyak pekerjaan," ujarnya.
Foster bahkan menyamakan gaya bertarung Navarrete dengan Emanuel Augustus, petinju kelas ringan yang terkenal karena gerakan dan sudut serangannya yang tidak lazim.
Augustus pernah memberikan perlawanan sulit kepada Floyd Mayweather Jr pada 2000.
O'Shaquie Foster mengatakan dirinya telah mempelajari kebiasaan Navarrete melalui rekaman pertarungan sebelum laga.
Persiapan tersebut membantunya mengantisipasi pukulan uppercut dan serangan jarak jauh lawannya.
Meski mengakui Navarrete memiliki pukulan keras, Foster menegaskan dirinya tidak gentar menghadapi kekuatan tersebut.
Dia merasa berhasil menetralisasi ancaman lawannya dan membuktikan bahwa dirinya termasuk petinju terbaik di divisinya.
Artikel Tag: floyd mayweather, Emanuel Navarrete, O'Shaquie Foster