Kanal

Patrick Halgren Persembahkan Medali Paralimpiade untuk Saudara Kembarnya

Penulis: Hanif Rusli
10 Mar 2026, 19:03 WIB

Bagi Patrick Halgren, ini menjadi medali Paralimpiade pertama dalam kariernya. (Foto: AP)

Atlet Amerika Serikat Patrick Halgren mencatat kejutan dengan meraih medali perak nomor Super-G kategori berdiri pada ajang Paralimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026, Senin (9/3).

Hasil tersebut menjadi medali Paralimpiade pertama dalam kariernya sekaligus persembahan bagi saudara kembarnya yang telah meninggal dunia.

Patrick Halgren bukan termasuk kandidat kuat peraih medali sebelum lomba berlangsung di Tofane Alpine Skiing Centre.

Catatan terbaiknya di Paralimpiade sebelumnya hanya finis di posisi ke-24, sementara di Kejuaraan Dunia Para Alpine Skiing 2025 ia menempati peringkat ke-12 pada nomor slalom.

Namun atlet berusia 28 tahun itu tampil impresif dan mencatat waktu yang menempatkannya di posisi kedua.

Ia finis 0,98 detik di belakang atlet Swiss Robin Cuche yang meraih medali emas dengan waktu 1 menit 12,12 detik.

Bagi Patrick Halgren, pencapaian tersebut memiliki makna emosional.

Ia teringat saudara kembarnya, Lucan Sven Halgren, yang meninggal akibat kecelakaan sepeda motor beberapa tahun lalu.

Halgren sendiri kehilangan kaki kiri akibat kecelakaan serupa pada 2013.

Ia mengaku selalu menganggap cuaca cerah di pegunungan sebagai tanda bahwa saudaranya sedang “menyaksikan” dari jauh.

“Saya merasa dia hadir di sini. Dia yang membuat semua ini terjadi. Hari ini saya merasa diberkati dengan kecepatan,” kata Halgren.

Medali perunggu pada nomor tersebut diraih atlet Prancis Jules Segers yang finis 0,49 detik di belakang Halgren.

Sementara itu, kemenangan Cuche memastikan atlet Swiss tersebut menyapu dua medali emas nomor kecepatan di Milano Cortina setelah sebelumnya juga menjuarai nomor downhill.

Hasil ini mengakhiri penantian panjangnya setelah tiga kali tampil di Paralimpiade tanpa meraih medali.

Cuche mengaku tampil lebih santai sebelum lomba dimulai karena sudah lebih dulu meraih emas pada nomor sebelumnya.

“Saya mungkin belum pernah merasa setenang ini di garis start. Saya hanya mencoba menikmati lomba,” ujar Cuche.

Ia bahkan sempat mengira waktunya tidak cukup untuk meraih medali karena merasa melakukan kesalahan pada salah satu bagian lintasan.

Namun catatan waktunya tetap menjadi yang tercepat hingga akhir lomba.

Cuche mengatakan medali emas tersebut menjadi hasil dari perjuangan panjang selama lebih dari satu dekade, termasuk menghadapi berbagai cedera dan tantangan sejak kecil karena kondisi disabilitas yang dialaminya.

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru