Pegolf Amatir Zach Holland Mundur dari Klub Usai Akui Palsukan Hole-in-One
Zach Holland mengaku sengaja menaruh bola golfnya ke dalam lubang sebelum turnamen dimulai. (Foto: Golf Digest)
Pegolf amatir Zach Holland mengundurkan diri dari keanggotaannya di WingHaven Country Club, Missouri, Amerika Serikat, setelah mengakui memalsukan hole-in-one dalam sebuah turnamen anggota klub.
Kasus tersebut menjadi viral di media sosial dan mendapat perhatian luas di komunitas golf.
Zach Holland, mantan pegolf tingkat perguruan tinggi yang kini dilaporkan memiliki handicap 2, mengaku sengaja menaruh bola golfnya ke dalam lubang sebelum turnamen dimulai.
Insiden itu terjadi di hole keempat, par 3, dalam turnamen member-member di klub yang berada di O'Fallon tersebut.
Dalam wawancara dengan ESPN Radio St. Louis, Zach Holland mengatakan turnamen tersebut memiliki hadiah khusus untuk hole-in-one.
Ia juga menjadi bagian dari grup pertama yang bermain dalam kompetisi tersebut.
Setelah menyelesaikan tiga hole pertama, Holland mengatakan kepada rekan bermainnya bahwa ia harus menerima telepon pribadi terkait kondisi neneknya yang sedang kritis.
Agar permainan tetap berjalan sesuai tempo, ia mengatakan akan melakukan tee shot di hole keempat lebih dulu dan kemudian bertemu dengan grupnya di green.
Ketika kembali bergabung dengan grup, Holland mengaku mengatakan bahwa pukulan tee-nya "thinned" dan ia tidak mengetahui ke mana bola tersebut pergi.
Rekan-rekannya kemudian menemukan bola di dalam hole dan mengira Holland berhasil mencetak hole-in-one. Mereka pun merayakannya sebelum menghubungi pengawas lapangan.
Namun, rekaman kamera keamanan yang diperiksa pihak WingHaven menunjukkan Holland mengendarai kendaraan menuju area green hole keempat jauh sebelum waktu tee-off yang seharusnya.
Holland akhirnya mengakui kepada pengelola klub bahwa ia sengaja memalsukan hole-in-one tersebut dan kemudian mengundurkan diri dari keanggotaannya.
"Tidak ada alasan untuk apa yang saya lakukan. Saya sepenuhnya salah," kata Holland. "Tidak ada motivasi. Itu benar-benar kebodohan."
Nathan Charnes, pelaksana tugas presiden PGA of America sekaligus general manager WingHaven, mengonfirmasi insiden tersebut.
Ia mengatakan klub telah segera menangani kasus itu dan menegaskan pentingnya integritas dalam olahraga golf.
Holland mengaku dirinya dan keluarganya menerima ancaman secara daring sejak kasus tersebut mencuat. Ia meminta publik tidak melibatkan istrinya dan dua anaknya yang masih kecil dalam kontroversi tersebut.
"Saya membuat kesalahan yang sangat buruk dan harus menerima konsekuensinya," ujar Holland. "Golf adalah hal kedua. Yang paling saya khawatirkan adalah keluarga saya."
Artikel Tag: hole in one