Pelatih Augsburg Bahas Kemenangan via Penalti Pasca Kekacauan VAR
Pelatih Augsburg Bahas Kemenangan via Penalti Pasca Kekacauan VAR - sumber: (getfootballnewsgermany)
Berita Bundesliga datang dari pelatih Augsburg, Manuel Baum, yang menepis anggapan bahwa dia mengalami “VAR Angst” setelah tim asuhannya meraih kemenangan tipis melawan Heidenheim di pertandingan kandang Bundesliga pada hari Minggu. Pertandingan yang seimbang ini berakhir dengan penalti di menit ke-79 setelah bek Heidenheim, Benedikt Gimber, menarik jersey kapten Augsburg, Keven Schlotterbeck, di kotak penalti. Schlotterbeck terjatuh dan wasit Felix Zwayer langsung menunjuk titik putih. Baum, yang tak sanggup melihat Alexis Claude Maurice mengeksekusi penalti yang memastikan kemenangan 1-0 itu, membahas ketidaknyamanannya dalam konferensi pers setelah pertandingan.
Minggu lalu, Augsburg mengalami situasi yang kurang menguntungkan saat kalah 2-0 dari Mainz, tim yang juga berjuang menghindari degradasi, lewat dua penalti yang dieksekusi oleh Nadiem Amiri. Meskipun penalti kedua tak bisa diperdebatkan, insiden di Stadion MEWA pada menit ke-5 menimbulkan perdebatan sengit. Gelandang FCA, Elvis Rexhbecaj, berduel dengan Stefan Bell di kotak penalti, dan wasit Patrick Ittrich memberikan penalti meskipun tayangan ulang tidak menunjukkan adanya kontak. Baum dan Rexhbecaj mengecam keputusan “foul hantu” itu setelah pertandingan.
Baik Baum maupun Rexhbecaj mengekspresikan kekecewaan mereka terhadap penggunaan VAR. Rexhbecaj bahkan mengatakan bahwa VAR lebih memicu kekesalan dan lebih baik kembali pada kesalahan manusia, karena keputusan yang salah sering kali dibuat meskipun dengan bantuan teknologi video.
Pendukung Augsburg juga menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap VAR. Sebelum kickoff pertandingan di WWK Arena, para ultras Augsburg dari Tribune Ulrich-Biesinger membentangkan spanduk protes terhadap VAR. Sejumlah spanduk juga diangkat sepanjang pertandingan, dengan banyak di antaranya menggunakan bahasa kreatif bahkan vulgar untuk mengkritik teknologi tersebut.
Namun, Manuel Baum dengan tegas menolak klaim bahwa dia gugup atau ragu dengan keputusan wasit. “Refereenya melihat langsung dengan jelas, saya tidak meragukan itu,” ujar Baum sambil tersenyum. Dia juga membagikan alasan mengapa dia tidak menyaksikan penalti Claude Maurice. “Ini sudah menjadi semacam ritual, meskipun saya percaya pada pemain saya untuk mengeksekusi penalti dengan baik tanpa harus menontonnya,” tambahnya.
Artikel Tag: Augsburg, Manuel Baum