Pemecatan Pembalap Renault Picu Skandal Crashgate F1
Pemecatan Pembalap Renault Picu Skandal Crashgate F1 - sumber: (racingnews365)
Berita F1 hari ini mengingatkan kita akan sebuah keputusan besar yang diambil 17 tahun lalu ketika Renault memutuskan hubungan dengan Nelson Piquet Jr. Keputusan ini tanpa disangka-sangka memicu salah satu skandal paling eksplosif dalam sejarah Formula 1.
Pebalap asal Brasil ini, yang merupakan putra dari juara dunia F1 tiga kali Nelson Piquet, mengalami musim yang sulit selama satu setengah tahun bersama tim tersebut. Pada tahun 2008, Piquet mengumpulkan 19 poin dan meraih satu podium sebagai runner-up di Jerman. Namun, tahun 2009 menjadi lebih buruk. Dalam 10 seri balapan, ia gagal meraih satu poin pun, dengan hasil terbaik di posisi kesepuluh di Bahrain. Situasi ini membuat Renault akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kontraknya.
Namun, kepergian Piquet Jr. tidak berjalan dengan tenang. Piquet Jr. melontarkan pernyataan publik yang pedas yang ditujukan langsung kepada mantan bosnya. "Seorang manajer seharusnya mendorong, mendukung, dan memberikan kesempatan. Dalam kasus saya, yang terjadi adalah sebaliknya. Flavio Briatore adalah eksekutor saya," ungkapnya. Ia juga menuduh Briatore melakukan intimidasi, dengan mengatakan bahwa "Sering kali, lima belas menit sebelum kualifikasi dan balapan, manajer dan bos tim saya akan mengancam saya, mengatakan jika saya tidak mendapatkan hasil yang baik, mereka sudah menyiapkan pebalap lain untuk menggantikan posisi saya."
Kecelakaan yang Mengguncang Formula 1
Pernyataan tersebut bukan sekadar kata-kata pahit dari seorang pebalap yang kecewa. Piquet Jr. dan ayahnya kemudian melapor ke FIA dengan tuduhan luar biasa: bahwa ia diperintahkan oleh Briatore dan direktur teknis Pat Symonds untuk sengaja menabrakkan mobilnya dalam Grand Prix Singapura 2008, balapan malam pertama dalam sejarah F1, guna memicu safety car yang akan menguntungkan strategi rekan setimnya, Fernando Alonso.
Rencana tersebut berhasil. Piquet menabrak dinding di Turn 17 pada lap ke-14, safety car pun keluar, dan Alonso, yang lebih dulu masuk pit, naik peringkat untuk memenangkan balapan dari posisi start ke-15. Investigasi FIA mengonfirmasi adanya konspirasi ini. Renault mendapat diskualifikasi yang ditangguhkan, Briatore dilarang seumur hidup dari acara-acara yang disanksikan FIA, dan Symonds mendapat larangan selama lima tahun. Alonso dibebaskan dari segala keterlibatan, sementara Piquet Jr. diberikan kekebalan atas kesaksian yang diberikannya.
Ini menjadi pengingat nyata bahwa babak tergelap dalam sejarah olahraga ini dimulai bukan dengan pengakuan, melainkan dengan pemecatan.
Artikel Tag: Renault, Flavio Briatore