Perjuangan Terjal Dan Berliku Daniil Medvedev Demi Tiba Di Indian Wells
Daniil Medvedev [image: getty images]
Berita Tenis: Sebuah petualangan yang tak terlupakan. Itulah yang dialami Daniil Medvedev saat meninggalkan Dubai setelah menjadi juara dan tiba di Indian Wells tepat waktu demi melakoni turnamen tersebut.
Mantan petenis peringkat 1 dunia pun menceritakan semua yang harus ia lakukan untuk melarikan diri dari negara yang dikepung oleh pemboman dan dengan wilayah udara yang ditutup selama berjam-jam.
Petenis profesional sudah terbiasa dengan perpindahan benua dan perjalanan tanpa henti, tetapi apa yang dilalui juara US Open musim 2021 untuk mencapai Indian Wells Open musim 2026 hampir tidak sesuai dengan rutinitas sirkuit tersebut.
Ia melalui sebuah perjalanan logistik yang sesungguhnya selama hampir dua hari, yang meliputi perjalanan mobil, penyeberangan perbatasan, transit yang tidak terduga, dan paspor yang hilang sebelum akhirnya mendarat di Los Angeles.
Setelah tiba di AS, ia dengan santai menceritakan sebuah kisah kepada media Rusia yang kemudian diikuti oleh para penggemar di seluruh dunia selama berjam-jam melalui Flightradar24.
“Di media sosial, orang-orang suka melebih-lebihkan dan membuat cerita. Pada kenyataannya, itu hanyalah perjalanan yang panjang dan agak rumit secara logistik,” ungkap Medvedev, meremehkan drama situasi tersebut.
Semuanya berawal dari perjalanan darat menuju Amman, ibu kota Yordania. Durasi perjalanan bisa sangat bervariasi tergantung situasi di perbatasan.
“Perjalanan bisa memakan waktu sekitar empat setengah jam jika beruntung, meskipun biasanya sekitar enam jam. Ada yang sampai sembilan jam,” sambung Medvedev, di mana perjalanannya semakin tertunda karena kendala yang tidak terduga.
Pengemudi kendaraan tersebut tidak dapat menemukan paspor sang petenis, yang memaksa rombongan untuk kembali setelah melewati perbatasan.
“Saya rasa kami adalah satu-satunya yang melewati perbatasan, berbalik, dan kembali ke Uni Emirat Arab,” cerita Medvedev yang akhirnya menemukan dokumen penting tersebut tempat parkir dan mereka dapat melanjutkan perjalanan ke Amman.
Setelah bermalam di Yordania, langkah selanjutnya adalah terbang ke Istanbul, di mana mereka juga tidak banyak beristirahat. Ia dan timnya bermalam di sebuah hotel dalam bandara sebelum memulai perjalanan terakhir menuju California.
“Kami bermalam di bandara Istanbul, di sebuah hotel yang berada di sana, lalu terbang ke Los Angeles,” ringkas petenis peringkat 11 dunia.
Perjalanan yang, jika digabungkan dengan perpindahan sebelumnya, akhirnya memakan waktu hampir dua hari perjalanan tanpa henti.
Meskipun ia sendiri berusaha tidak membesar-besarkan episode tersebut, ia mengakui bahwa situasinya dalah momen yang tidak nyata.
“Jika anda menceritakannya dengan semua detatil, Itu tampaknya lebih luar biasa. Rasanya anda berada di sebuah film Hollywood, melewati perbatasan bersama orang lain,” ujar Medvedev.
Ketidakpastian selama perjalanan juga memengaruhi pengorganisasian perjalanan.
“Anda terus-menerus menelepon untuk mengecek penerbangan dan kamar, menyegarkan halaman berulang kali. Sampai akhirnya kami menemukan sesuatu,” tukas mantan petenis peringkat 1 dunia.
Sebagian dari kelompok yang akhirnya tiba di AS bertepatan dengan rekan-rekan dan teman-temannya, Andrey Rublev dan Karen Khachanov, yang tiba di Amman dengan rencana sendiri dan berbagi perjalanan dengan mantan petenis peringkat 1 dunia sejak saat itu.
“Kami bermain kartu di pesawat dan hal-hal seperti itu. Mungkin lebih mudah melewati hal seperti ini bersama teman daripada sendirian. Pada akhirnya, itu melelahkan secara fisik karena penerbangan panjang tidak mudah,” lanjut petenis berusia 30 tahun.
Terlepas dari kelelahan yang terlihat jelas, ia tampak relatif tenang tentang persiapannya untuk Indian Wells Open. ia yakin bahwa hari-hari menjelang turnamen tersebut akan cukup untuk mengembalikan kondisi fisiknya.
“Saya sangat lelah sekarang, sudah hampir dua hari perjalanan antara mobil dan pesawat,” aku Medvedev, tetapi, ia mengingat bahwa ia pernah mengalami situasi serupa di masa lalu.
“Saya pernah mengalami kasus yang lebih buruk ketika bermain di Challenger atau Futures. Terkadang pada hari Jumat, anda berada di satu tempat dan jika Aanda masuk ke undian malam itu, anda harus terbang pada Sabtu pagi untuk bermain di hari yang sama."
Dengan laga pembukanya dijadwalkan pada hari Sabtu (7/3) di Indian Wells Open, ia berharap berjalannya hari akan menguntungkannya.
“Hari Sabtu tetap akan sulit, tetapi jika anda melewati babak pertama dan bermain pada hari Senin, saat itu saya seharusnya sudah dalam kondisi seratus persen,” tegas Medvedev.
Setelah perjalanan yang layak dijadikan skenario film, ia sudah berada di tempat yang diinginkannya, gurun di California dan siap untuk berkompetisi di Indian Wells Open.
Artikel Tag: Indian Wells Open, Daniil Medvedev