Proposal Gianni Infantino Ditolak Beberapa Asosiasi Sepak Bola
Rencana reformasi tata kelola Gianni Infantino gagal redakan kritik dan desakan mundur dari sejumlah federasi. (Foto: Omar Marques/Getty Images)
Berita Sepak Bola: Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengajukan proposal peninjauan independen terhadap proses pengambilan keputusan dan tata kelola organisasi. Langkah ini diambil usai Infantino mendapat penolakan keras terkait rencananya menjual 20 persen saham hak komersial FIFA, termasuk hak siar Piala Dunia, kepada investor swasta.
Rencana penjualan hak komersial tersebut resmi dibatalkan pada Juli lalu setelah mendapat perlawanan sengit dari UEFA, AFC, dan CONCACAF yang menilai FIFA melangkah tanpa konsultasi yang memadai. Meski Infantino kini menawarkan dialog terbuka, sikap dingin tetap ditunjukkan oleh sejumlah asosiasi anggota dari Eropa.
Presiden Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), Bernd Neuendorf, mengkritik keras surat proposal yang dikirimkan Gianni Infantino kepada 211 asosiasi anggota.
"Saya menganggap surat Gianni Infantino sebagai trik transparan untuk mengamankan kemenangannya dalam pemilihan tahun depan. FIFA kini tampaknya menyadari bahwa perubahan itu penting. Namun, Gianni Infantino jelas bukan orang yang tepat untuk memimpin proses reformasi," ujar Neuendorf.
Sikap serupa disampaikan oleh Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) yang menilai proposal tersebut lahir akibat tekanan publik dan belum mampu mengembalikan kepercayaan anggota. KNVB bahkan telah mengusulkan KTT internasional di Amsterdam untuk merombak total struktur FIFA dan mendesak penggantian Infantino sebelum 2027.
Dukungan untuk perubahan kepemimpinan di tubuh FIFA juga disuarakan oleh Presiden Asosiasi Sepak Bola Swedia, Simon Astrom, serta CEO Asosiasi Sepak Bola Wales, Noel Mooney.
"Langkah-langkah ini datang terlambat dan beberapa tindakan seharusnya sudah diterapkan sejak lama. Surat ini tidak mengubah pandangan kami bahwa FIFA membutuhkan kepemimpinan baru," tegas Astrom.
Jelang pemilihan Presiden FIFA pada Maret mendatang, Infantino dilaporkan masih mengantongi dukungan mayoritas suara meski mendapat perlawanan sengit dari blok Eropa. Penolakan dari negara-negara Eropa ini berpotensi memicu batasan kewenangan yang lebih ketat bagi posisi Presiden FIFA di masa depan.
Artikel Tag: FIFA, Gianni Infantino