PSIM Jogja Kehilangan Gelandang Asingnya Untuk Dua Laga Beruntun
Gelandang PSIM Jogja, Adrian Cyprian Purzycki dipastikan absen di dua laga beruntun/foto dok PSIM Jogja
Berita Super League: PSIM Jogja dipastikan kehilangan gelandang asing andalannya, Adrian Cyprian Purzycki untuk dua laga beruntun di Super League musim 2026/2027.
Kepastian ini diketahui setelah Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi tambahan buntut kartu merah langsung yang diterima sang pemain pada laga pekan kedua Super League musim 2026/2027 saat menghadapi Persebaya Surabaya.
Berdasarkan surat keputusan Komdis PSSI, Purzycki mendapat hukuman tambahan berupa larangan bermain sebanyak satu pertandingan serta denda Rp10.000.000.
Sanksi ini menggemukkan hukuman otomatis akibat kartu merah langsung yang mewajibkan pemain absen satu laga dan membayar denda Rp15.000.000. Akibat akumulasi sanksi tersebut, gelandang asal Polandia ini terpaksa melewatkan dua pertandingan berturut-turut, yakni kontra Persija Jakarta (10/10/2026) dan PSM Makassar (16/10/2026).
Manajer Tim PSIM Jogja, Iksan Mahar menegaskan bahwa pihak manajemen menghormati secara penuh putusan tegas yang dikeluarkan federasi.
"Sesuai regulasi kompetisi Super League musim ini, kalau mendapat kartu merah langsung memang harus absen satu laga. Namun, Purzycki mendapatkan sanksi tambahan larangan bermain pada satu pertandingan dari Komite Disiplin. Meski demikian, kami menghormati keputusan yang diberikan oleh Komdis untuk sang pemain," ujar Iksan seperti dikutip dari laman resmi klub.
Akibat sanksi ganda tersebut, Purzycki tidak bisa dimainkan saat PSIM Jogja bertemu Madura United lalu serta ketika bertandang ke markas Persija Jakarta pada Oktober mendatang.
"Adrian Purzycki harus absen dalam dua pertandingan PSIM, yakni kemarin saat melawan Madura United (18/9) dan nanti ketika melawan Persija (10/10) di bulan Oktober. Ia baru bisa kembali bermain saat laga kandang melawan PSM Makassar yang dijadwalkan pada 16 Oktober nanti," jelas Iksan.
Absennya Purzycki diakui menjadi kerugian cukup besar mengingat peran vitalnya di lini tengah Laskar Mataram.
"Tentu ini sebuah kerugian bagi tim, karena memang Purzycki merupakan salah satu pemain andalan. Dia juga yang mencetak gol pertama bagi PSIM," ungkapnya.
Kendati demikian, manajemen meyakini kedalaman skuat tim pelatih mampu mengatasi persoalan ini.
"Tim pelatih tentu sudah memiliki rencana di lini tengah untuk menghadapi Persija. Seperti halnya perubahan ketika menurunkan Nermin Haljeta kontra Madura United," pungkas Iksan.
PSIM Jogja bertekad memaksimalkan waktu jeda kompetisi Super League musim 2026/2027 guna meracik strategi terbaik demi mencuri poin di markas lawan.
Artikel Tag: Super League