Kanal

Raymond Muratalla Pertahankan Gelar IBF Usai Menang Angka atas Andy Cruz

Penulis: Hanif Rusli
25 Jan 2026, 14:24 WIB

Raymond Muratalla (kanan) mengalahkan Andy Cruz melalui keputusan mayoritas dalam pertarungan utama yang ketat dan penuh adu taktik. (Foto: Fight TV)

Raymond Muratalla membungkam prediksi para bandar taruhan sekaligus ambisi Andy Cruz pada Sabtu (24/1) malam di Fontainebleau, Las Vegas.

Meski berstatus underdog, Muratalla sukses mempertahankan gelar juara dunia IBF kelas ringan setelah menang melalui keputusan mayoritas dalam pertarungan utama yang ketat dan penuh adu taktik.

Dua juri, Tim Cheatham (118-110) dan Steve Weisfeld (116-112), menilai Muratalla sebagai pemenang yang jelas, sementara Max De Luca memberikan skor imbang 114-114.

Hasil ini memastikan Raymond Muratalla tetap tak terkalahkan dan membuktikan kapasitasnya sebagai juara sah di divisi 135 pon.

Muratalla, 29 tahun, menjalani pertahanan gelar pertamanya sejak naik status menjadi juara penuh IBF.

Petinju asal Fontana, California tersebut sebelumnya meraih sabuk interim usai menang angka mutlak atas Zaur Abdullaev pada Mei lalu, sebelum Vasiliy Lomachenko memutuskan pensiun.

Dengan rekor kini 24-0 (17 KO), Raymond Muratalla menunjukkan bahwa tekanannya yang konsisten dan pukulan bertenaga mampu meredam gaya teknis Cruz.

Andy Cruz, peraih emas Olimpiade Tokyo 2021, tampil disiplin dengan mengandalkan serangan balik dan pergerakan kaki dari jarak aman.

Petinju Kuba berusia 29 tahun itu menjalani laga 12 ronde pertamanya sebagai profesional dan tetap kompetitif hingga ronde-ronde juara.

Namun, upayanya untuk menjadi juara dunia harus tertunda, membuat rekornya berubah menjadi 6-1 (3 KO).

Sepanjang pertarungan, Muratalla terus maju menekan. Ia beberapa kali mendaratkan pukulan keras, termasuk right hand di ronde ke-12 yang sempat memaksa Cruz mundur.

Di ronde-ronde sebelumnya, duel berjalan seimbang dengan pertukaran pukulan jarak dekat dan momen-momen di mana Cruz mampu mencuri perhatian penonton lewat counter bersih.

Statistik CompuBox mencerminkan ketatnya laga.

Andy Cruz mencatatkan total 176 pukulan masuk, unggul tipis satu dari Muratalla. Ia juga lebih unggul dalam jumlah jab, 77 berbanding 63.

Namun Muratalla unggul signifikan dalam pukulan bertenaga, 112 berbanding 99, yang menjadi faktor penentu di mata para juri.

Meski skor salah satu juri dianggap terlalu lebar, kemenangan ini menegaskan ketangguhan Muratalla.

Ia tidak hanya mempertahankan gelar, tetapi juga mengirim pesan kuat bahwa dirinya siap menghadapi tantangan lebih besar di puncak kelas ringan dunia.

Artikel Tag: Raymond Muratalla, Andy Cruz, Las Vegas, Amerika Serikat

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru