Kanal

Reaksi Alexander Zverev Usai Jadi Juara Grand Slam Pertama Dengan Diabetes

Penulis: Dian Megane
08 Jun 2026, 21:49 WIB

Alexander Zverev [image: getty images]

Berita Tenis: Beban karena belum pernah memenangkan gelar Grand Slam akhirnya sirna dari pundak Alexander Zverev setelah melakoni final French Open musim 2026 di Roland Garros, Paris.

Ketika pukulan overhead terakhir dari lawannya asal Italia, Flavio Cobolli melambung jauh, petenis berkebangsaan Jerman ambruk di atas lapangan sebelum melihat ke arah kotak pendukungnya dan melihat semua orang merayakan kemenangan.

Mimpi itu akhirnya menjadi kenyataan.

Bagi petenis berusia 29 tahun, kemenangan di final French Open lebih dari sekadar trofi. Kemenangan tersebut mengakhiri pertanyaan selama bermusim-musim, hampir menghapus kekecewaan lama, dan menegaskan bahwa ketekunan pada akhirnya akan membuahkan hasil.

Seperti yang kemudian dijelaskannya, gelar tersebut juga memiliki makna tambahan karena tantangan fisik yang telah ia hadapi sepanjang perjalanannya menjadi juara Grand Slam.

Di Australian Open awal musim ini, juara Olimpiade di Tokyo tahun 2021 secara terbuka berbicara tentang mimpi yang jauh melampaui trofi tenis. Selama wawancara di lapangan bersama Christopher Eubanks setelah pertandingannya melawan Learner Tien, ia membahas "Yayasan Alexander Zverev" miliknya.

Petenis peringkat 3 dunia kemudian berbagi visi yang ia harap suatu hari nanti akan menjadi kenyataan.

"Dan jika ada juara grand slam penderita diabetes, meski bukan saya, saya akan menjadi orang paling bahagia di dunia dan jika anda tahu saya membuat perbedaan bagi orang tua atau anak-anak, saya orang paling bahagia di dunia. Jadi, itulah alasan mengapa saya memulainya (yayasannya)," ungkap Zverev saat itu.

Hanya 5 bulan kemudian pada suatu di Roland Garros, mimpi tersebut menjadi nyata. Ia sendiri menjadi juara yang dibicarakannya.

Dengan mengangkat trofi French Open, petenis berkebangsaan Jerman menjadi petenis putra pertama dengan diabetes tipe 1 yang memenangkan gelar Grand Slam nomor tunggal. Prestasinya dengan cepat menuai pujian dari seluruh dunia olahraga.

Di antara mereka yang merayakan momen tersebut adalah legenda tenis putri, Billie Jean King yang menuliskan, “Selamat kepada @AlexZverev atas gelar tunggal Grand Slam pertamanya! Ia juga pria pertama dengan diabetes tipe 1 yang memenangkan Grand Slam. Sungguh kemenangan bagi semua orang yang hidup dengan penyakit ini.”

Kemudian, saat konferensi pers pasca pertandingan, petenis yang telah dua kali menjuarai ATP Finals ditanya pesan apa yang ia harap dapat diambil dari kesuksesannya.

"Saya mencoba untuk tidak membesar-besarkannya, karena saya selalu mengatakan saya tidak ingin dampaknya terlalu besar. Tetapi menurut saya ini penting, bukan untuk saya, tetapi untuk banyak anak dan banyak orang tua di luar sana, untuk benar-benar melihat bahwa anda dapat mencapai banyak hal, mencapai segalanya, apa pun yang terjadi. Setidaknya untuk mengatakannya secara terbuka,” jawab Zverev.

Dan dalam banyak hal, perjalanan petenis peringkat 3 dunia telah menjadi sebuah lingkaran penuh.

Dari meninggalkan lapangan dengan air mata, frustrasi, dan bahkan dilarang melakukan suntikan di lapangan terkait penyakitnya saat melakoni French Open musim 2023, hingga berdiri di depan kerumunan Paris dengan trofi Grand Slam di tangannya, Zverev akhirnya mewujudkan mimpi yang telah ia kejar selama bermusim-musim.

Para penggemar menyaksikan kisah lengkap dari seorang petenis yang menolak untuk terus percaya. Lagipula, seperti yang tertulis di tribun Roland Garros, "Kemenangan Milik Mereka yang Paling Gigih" dan Zverev menghayati kemenangan tersebut sepenuhnya.

Artikel Tag: French Open, alexander zverev, Flavio Cobolli

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru