Red Bull Abadikan Nama Dietrich Mateschitz untuk Mesin F1 Pertama
Red Bull menamai power unit pertama mereka DM01 untuk mengenang sang pemilik, Dietrich Mateschitz
Berita F1: Red Bull Racing resmi mengungkap nama unit tenaga Formula 1 pertama yang dikembangkan secara mandiri, yaitu DM01. Nama tersebut dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang Dietrich Mateschitz, pendiri Red Bull yang memiliki peran besar dalam membangun tim hingga menjadi kekuatan dominan di ajang balap dunia.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh bos Red Bull Racing, Laurent Mekies. Ia menjelaskan bahwa penamaan DM01 bukan sekadar simbol, melainkan representasi dari visi, keberanian, dan filosofi yang diwariskan Mateschitz kepada seluruh organisasi Red Bull Racing.
Dietrich Mateschitz wafat pada Oktober 2022. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai sosok yang berani mengambil risiko besar. Pada 2004, Mateschitz membeli tim Jaguar Racing dan mengubahnya menjadi Red Bull Racing. Keputusan tersebut sempat diragukan banyak pihak, namun perlahan terbukti membawa hasil luar biasa.
Di bawah kepemimpinan Mateschitz, Red Bull Racing sukses meraih enam gelar juara dunia pebalap dan empat gelar konstruktor. Bahkan, kepergiannya terjadi hanya sehari sebelum Red Bull memastikan gelar juara dunia Formula 1 musim 2022 di Amerika Serikat, sebuah momen emosional bagi seluruh tim.
Langkah Red Bull membangun mesin sendiri bermula pada 2021, ketika Honda mengumumkan pengunduran diri dari Formula 1. Untuk menjaga kesinambungan performa, Red Bull membentuk divisi Red Bull Powertrains yang bertugas mengelola dan mengembangkan unit tenaga secara internal.
Perjalanan tersebut semakin serius setelah Red Bull menjalin kerja sama teknis dengan Ford pada 2023. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan mesin generasi baru yang akan mulai digunakan pada regulasi Formula 1 2026. Mesin DM01 nantinya akan digunakan oleh Red Bull Racing dan tim saudara mereka, Racing Bulls.
Mekies menegaskan bahwa keputusan membangun unit tenaga sendiri sejatinya telah dirintis sejak era Dietrich Mateschitz. “Mesin pertama ini dinamai DM01 sebagai penghormatan kepada Pak Mateschitz,” ujar Mekies. Ia menambahkan bahwa semangat, keberanian, dan visi sang pendiri menjadi alasan utama Red Bull berani mengambil tantangan besar tersebut.
“Beliau adalah sosok yang tidak gentar menghadapi besarnya tantangan. Keputusan untuk mandiri secara penuh, baik dalam pengembangan sasis maupun mesin, adalah warisan terbesarnya. Kini, kami memiliki kesempatan untuk mengenangnya dan semoga bisa membuatnya bangga,” tutup Mekies.
Artikel Tag: Red Bull, ford, F1 2026, Dietrich Mateschitz