Red Bull Diminta Isi Kekosongan Demi Dukung Verstappen
Red Bull Diminta Isi Kekosongan Demi Dukung Verstappen - sumber: (racingnews365)
Berita F1: Red Bull dihadapkan pada tantangan besar setelah kepergian Helmut Marko pada akhir 2025. Marko, yang dikenal sebagai penasihat senior motorsport di Red Bull GmbH, adalah sosok yang sangat dipercaya oleh Max Verstappen. Sejak awal musim 2026, Verstappen telah beberapa kali meluapkan ketidakpuasannya dengan peraturan F1 baru, termasuk menyebutkan bahwa siapa pun yang tidak menikmati GP Tiongkok yang menghibur "tidak mengerti balapan."
Ketidakpuasan Verstappen ini muncul setelah dia menyebut aturan baru yang bergantung pada manajemen energi sebagai "anti-balapan" dan seperti "Formula E dengan tambahan kekuatan" saat tes pra-musim. Meskipun beberapa pembalap lain juga mengkritik peraturan baru ini, tidak ada yang sekeras Verstappen. George Russell dan Lewis Hamilton, misalnya, justru menikmati balapan yang dihasilkan oleh regulasi baru tersebut.
Mantan pembalap F1, Ralf Schumacher, merasa bahwa Red Bull perlu segera mencari pengganti yang dapat mengisi posisi yang ditinggalkan Marko. Sosok tersebut diharapkan bisa menasihati Verstappen untuk mengurangi kritik publiknya dan godaan untuk menjajal balapan lain, seperti Nürburgring 24 Jam. "Secara karakter, Max itu luar biasa, tidak ada yang bisa dikritik tentang itu," ungkap Schumacher dalam wawancaranya dengan Backstage Boxengasse.
Menurut Schumacher, Verstappen membutuhkan seseorang di sampingnya yang bisa memberikan pandangan berlawanan dan mengarahkan fokusnya pada inti balapan. "Dia sebaiknya mendengarkan ayahnya atau teman baik dan fokus pada yang utama. Berbicara tentang Mario Kart bisa dilakukan dengan teman-temannya," tambah Schumacher.
Ketidakpuasan Verstappen terhadap Formula 1 saat ini, serta pernyataannya yang lebih tertarik pada balapan lain, menurut Schumacher, tidak akan menguntungkan bagi kariernya. Kehadiran sosok seperti Marko, yang bisa berbicara secara tegas dan mendukung tim, dirasa sangat penting untuk menghindari dinamika negatif yang tidak perlu dalam tim.
Schumacher menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dan jujur, seperti yang dilakukan Honda dan Aston Martin. "Media akan terus bertanya, dan jika kita tidak mendapat jawaban, kita akan mencarinya. Ini tidak membantu tim mana pun jika tidak berkomunikasi dengan terbuka dan jujur," tutupnya.
Artikel Tag: Red Bull, Max Verstappen