☰
Kanal
✕

Rei Sakamoto Manfaatkan Saran Kei Nishikori Saat Tampil Apik Di Shanghai

Penulis: Dian Megane
11 Okt 2026, 08:51 WIB

Rei Sakamoto [kanan] dan Kei Nishikori di Tokyo musim 2024 [image: getty images]

Berita Tenis: Rei Sakamoto telah lama mengidolakan Kei Nishikori dan satu nasihat sederhana dari sesama petenis Jepang masih terus diingatnya saat ia menikmati pekan penuh pencapaian gemilang di Shanghai Open musim 2026.

Mantan petenis peringkat 4 dunia, Nishikori secara resmi pensiun di Tokyo pekan lalu, tetapi kata-katanya terus membekas dalam ingatan petenis peringkat 137 dunia sejak pertemuan pertama mereka saat ia masih berusia 16 tahun. Kini di usia 20 tahun, ia memiliki banyak hal untuk direnungkan di Shanghai, tempat kemenangannya atas Marco Trungelliti dan Andrey Rublev yang telah mengantarkannya melaju ke babak ketiga turnamen Masters 1000 untuk kali pertama dalam kariernya.

“Saat saya masih berusia sekitar 16 tahun, mungkin gaya bermain saya terlalu pasif,” ujar Sakamoto. “Lalu ia [Nishikori] berkata kepada saya, ‘Hei, pukul bola dengan lebih agresif.’ Sederhana saja. Ia tidak banyak bicara. Ia bukan tipe orang yang banyak omong. Tetapi, ia memilih kata-katanya dengan cermat dan menyampaikan satu hal yang sangat spesifik kepada saya dan itu saja sudah cukup.”

“Ia memberikan pengaruh terbesar bagi saya, baik sebagai petenis maupun sebagai pribadi. Ia sungguh sosok yang inspiratif. Sedih rasanya melihat ia pensiun. Bagaimanapun juga, ia akan tetap menjadi idola saya.”

Jika petenis berusia 20 tahun membutuhkan pengingat untuk benar-benar menerapkan saran tersebut, kiprah awalnya di Shanghai Open telah berjalan dengan sangat baik. Setelah lolos kualifikasi untuk turnamen Masters 1000 tersebut, ia mencatatkan total 56 winner dalam dua pertandingan pertamanya, yang membantunya menaklukkan Trungellitti, kemudian Rublev untuk meraih kemenangan terbesar dalam kariernya sampai saat ini.

Jadi, saran Nishikori jelas membuahkan hasil dan bukan hanya di Shanghai kiprah sang petenis belia mulai menonjol pada musim 2026. Ia telah menorehkan sejumlah pencapaian penting musim ini. Ia meraih kemenangan pertamanya di turnamen ATP saat berlaga di Miami serta lolos kualifikasi untuk Australian Open dan US Open.

Di US Open, ia bahkan mengalahkan Nishikori di babak kualifikasi sebelum akhirnya mencatatkan kemenangan pertamanya di babak utama Grand Slam dengan mengalahkan Aleksandar Vukic dengan lima set.

Sakamoto sudah memikirkan seperti apa langkah selanjutnya, pengalaman Nishikori membantunya memahami bahwa untuk mencapai puncak, seseorang mungkin harus meninggalkan zona nyaman. Untuk saat ini, ia terus mematangkan kemampuannya bersama pelatih Federico Ricci, yang telah membantunya melakukan sejumlah perubahan penting sejak mereka mulai bekerja sama menjelang musim 2025.

Kerja kerasnya pun mulai membuahkan hasil. Setelah gagal lolos ke Next Gen ATP Finals musim lalu, ia kini menjadi penantang serius di turnamen akhir musim tersebut pada musim ini dan menempati posisi keempat klasemen sementara dari turnamen khusus petenis berusia 20 tahun ke bawah yang akan digelar pada 9–13 Desember di Italia.

Pekan ini, petenis berusia 20 tahun naik 15 peringkat ke peringkat 122 dunia sekaligus mencatatkan peringkat tertinggi dalam kariernya sembari kian mendekati debut di jajaran 100 besar. Setelah melaju ke babak ketiga Shanghai Open, ia akan menghadapi petenis peringkat 9 dunia, Alex De Minaur yang menjadi pertemuan pertama mereka.

"Hal ini memberikan saya kepercayaan diri yang besar," ujar Sakamoto mengenai kiprahnya di Shanghai. "Saya merasa permainan saya luar biasa pekan ini, tetapi level seperti itulah yang secara konsisten ditampilkan oleh para petenis papan atas setiap harinya. Jadi, ini menjadi motivasi tambahan bagi saya."

Artikel Tag: Kei Nishikori, Shanghai Open

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru