Richarlison Dilirik Dua Klub Premier League, Everton dan Fulham
Richarlison diperebutkan Everton dan Fulham pada bursa transfer Januari di tengah ancaman sengketa hukum bersama Tottenham Hotspur. (Foto: Dan Istitene/Getty Images)
Berita Transfer: Dua klub Premier League, Fulham dan Everton, dilaporkan sangat berminat memboyong Richarlison dari Tottenham Hotspur pada bursa transfer Januari mendatang. Everton sejatinya sudah berupaya memulangkan mantan penyerang mereka itu pada bursa transfer musim panas lalu. Kendati kesepakatan saat itu batal terwujud, manajemen The Toffees beserta Fulham belum sepenuhnya memadamkan minat.
Namun, kepindahan penyerang berkebangsaan Brasil tersebut terganjal masalah besaran gaji. Jurnalis ESPN Brazil, Bruno Andrade, membeberkan bahwa baik Everton maupun Fulham tidak bersedia menyamai besaran gaji yang diterima sang pemain di Tottenham saat ini. Di sisi lain, sang penyerang justru dilaporkan lebih tergiur untuk melanjutkan karier sepak bolanya di Liga Turkiye.
Dua klub raksasa Turkiye, Galatasaray dan Trabzonspor, mengisyaratkan kesiapan untuk menyodorkan angka finansial yang jauh lebih menggiurkan dibandingkan pendapatannya di London Utara. Faktor finansial menjadi prioritas utama penyerang berusia 29 tahun tersebut saat ini, sehingga opsi berlabuh ke Turkiye dinilai jauh lebih menarik ketimbang bertahan dan berkompetisi di kasta tertinggi kompetisi Inggris.
Di samping dinamika transfer tersebut, mantan juru gedor Watford ini juga membuat keputusan mengejutkan dengan mengakhiri kerja sama bersama agensinya, CAA Base. Sang pemain kini mengelola masa depannya secara mandiri tanpa didampingi agen resmi. Kepada para agen baru yang berupaya mendekatinya, ia memberikan syarat tegas agar hanya membawa tawaran konkret dari klub yang benar-benar berminat.
"Saya hanya akan menandatangani kontrak dengan Anda jika Anda membawakan saya penawaran resmi dari sebuah klub," kata Andrade menirukan pesan tegas yang disampaikan oleh juru gedor Brasil tersebut kepada para calon perwakilannya.
Sementara itu, situasi internal di Tottenham makin memanas terkait status hukum Richarlison. Penyerang Brasil tersebut sebelumnya sempat berupaya mengakhiri kontraknya lebih awal melalui kesepakatan bersama maupun klaim alasan yang sah, namun manajemen Spurs merasa posisi hukum mereka sangat kuat sepanjang paruh kedua tahun 2026.
Kendati demikian, kekhawatiran besar kini mulai menghantui departemen hukum Spurs jika Richarlison terus dibangkudangkan hingga memasuki tahun baru. Andrade menyebut pihak internal divisi hukum Tottenham khawatir sang penyerang memiliki pijakan argumen hukum yang jauh lebih kuat untuk mengajukan pemutusan kontrak secara sepihak.
Kondisi tersebut memaksa jajaran manajemen Spurs berpacu dengan waktu untuk segera merampungkan proses kepindahan Richarlison pada Januari mendatang. Terlebih lagi, kontraknya bakal berakhir pada Juni 2027, sehingga ia bebas menegosiasikan pra-kontrak dengan klub lain pada awal tahun jika masalahnya tak kunjung selesai.
Artikel Tag: Everton, Tottenham, fulham, Richarlison